Karakter para pemenang
teman2 yang keren2...(ehm... jangan ngebayangin.. kolak di siang hari ya... he he he...) buat teman2 Q... ternyata bulan Ramadhan itu bukan diciptakan untuk bermalas-malasan. so, buat kamu yang masih menganggap bulan Ramadhan itu identik dengan ular yang malamnya bisa makan sepuas-puasnya dan siangnya bisa tidur sepuas-puasnya. teman2.. sepertinya harus ada yang dirubah deh!!!
sobat puasa itu bukan digunakan untuk bersantai-santai malah sekaranglah saatnya kita berlatih menjadi pejuang yang sesungguhnya... dan menjadi the campion sesungguhnya yap! baknya pemain bola yang akan bertanding untuk memenangkan pertandingan.
apa-apa saja sih karakter yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemenang sejati dan memanfaatkan ramadhan dengan semaksimal mungkin...????
Pertama...
Selasa, 31 Agustus 2010
Pertarungan Sepanjang Zaman
PERTARUNGAN SEPANJANG ZAMAN
Yap! Bulan Ramadhan tak terasa sudah bertandang. Ini bulan penuh perjuangan. Bulan di mana umat mukmin sejagad raya dihadapkan pada sebuah pertarungan. Yang namanya pertarungan pasti ada yang jadi musuh, ada yang jadi petarung dan yang pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Uniknya, di bulan ramadhan ini si musuh dan si petarung ini ternyata berkumpul dalam saru badan. Ah,… yang bener masa kita baku hantam dengan diri kita sendiri? Tangan kanan saling tinju dengan tangan kiri, situ? Hihi gak gitu ah!
Begini penjelasannya plen... Menurut Syaikh Sa’id Hawa, sebenarnya di dalam tubuh kita memang terdapat pertarungan, yang disebabkan adanya lintasan-lintasan hati yang berbeda. Nah, lintasan hati manusia itu ada empat, yaitu: lintasan rabbani, lintasan nafsani, lintasan syaithani dan lintasan malaki. Apaan tuh?
Lintasan rabbani adalah lintasan yang fitrah, yakni lintasan hati untuk senantiasa taat kepada Allah. Bertingkah sesuai dengan kehendak Allah. Jika kita senantiasa tunduk pada kebenaran, mengikuti panggilan nurani, berarti lintasan rabbani kitalah yang menang. Yap! Karena lintasan rabbani mempunyai musuh, yaitu lintasan nafsani, yang merupakan kecendrungan kita buat mengikuti keinginan-keinginan alias... mengikuti hawa nafsu, alias... syahwat yang nantinya menjerumuskan kita pada kerusakan. Lintasan rabbani dan lintasan nafsani seperti yang ditulis oleh kak Afifa Afra dalam bukunya ” And The Star Is Me” selalu berkompetisi dalam internal jiwa manusia. Uah baca blom bukunya?...^_^
Sedangkan lintasan syaithani dan lintasan malaki adalah faktor exsternal, datangnya dari luar tubuh kita. Lintasan syaitahi adalah kecendrungan hati untuk tunduk pada bisik-bisik setan yang teman-teman tau sendirikan...? setan itu pengennya kita berbuat kemungkaran. Setan itu sendiri bisa dari golongan jin dan manusia. Jadi jika ada manusia yang senantiasa membisikkan kejahatan kepada kita, seganteng apapun, secantik apapun, bisa disebut sebagai... setan. Lintasan syaithani akan selalu berhadapan dengan lintasan malaki, yaitu... ajakan malaikat yang selalu mengajak untuk berbuat kebaikan.
Nah, lintasan2 itu nantinya akan bersekutu fren. Lintasan rabbani akan bersekutu dengan lintasan malaki dan akan berperang dengan sengit melawan lintasan nafsani yang ditunggangi lintasan syaithani. Nah jelasakan, kenapa disebut di dalam tubuh kita ada peperangan, meskipun ada pengaruhnya dari luar... dan peperangan ini akan terjadi sepanjang masa. Selama hayat masih dikandung badan. Dan siapakah PEMENANG dari pertarunan itu?.. tentu saja yang amunisinya paling lengkap, yang paling kuat bertahan dan menggempur.
Tak terkecuali di bulan ramadhan. Namun, satu keistimewaan yang perlu kita catat dan kita simpan dalam memory kita. Pada bulan Ramadhan skuad lawan kita dikurangi satu! Yaitu Setan dari jenis jin dan iblis. Pada bulan Ramadhan setan dari jenis jin dan iblis ini dibelenggu Allah SWT. So,.... lawan kita jadi berkurang deh.. kekuatannya.... makanya dalam bulan Ramadhan kita eeenaak... banget dalam beramal ya. Soalnya striker lawan yang tajam dan sering buat kita KO lagi dikartu merah sih, he he he. Tapi.. harus tetap ingat!! Setan dari jenis manusia masih bertebaran. Mereka bersama dengan hawa nafsu di dalam diri kita, masih setia berkolaborasi menggempur keimanan kita. Makanya enggak heran jika pagi-pagi habis shalat shubuh , di antara remaja-remaja berbeda jenis, asyik merangkai asmara shubuh. Padahal BULAN PUASA....
Teman-teman mungkin bertanya-tanya kenapa sih harus ada bulan Ramadhan?
Kenapa sih seorang muslim harus diberikan moment khusus bernama Ramadhan?
Jawabannya terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 183
yang artinya: “hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”
Nah, dari ayat tersebut pertanyaan teman2 sudah bisa terjawab. Orang-orang beriman di perintahkan berpuasa agar naik kelas. Dari tadinya sekedar beriman, karena berpuasa, kemudia menjadi bertaqwa. Itulah sebenarnya kemenangan sejati. Jadi, kalo’ pasca puasa kita ternyata lebih baik dari pada sebelumnya, itu pertanda kita sukses, kita menang, kita lulus dan taqwa itu lebih tinggi dari pada iman... karena kita diperintahkan untuk mengapgrade keimanan kita menjadi ketaqwaan. Dan momennya adalah bulan Ramadhan. Di bulan ini kita dipermudah untuk beribadah kepada Allah SWT dengan beberapa fasilitas. Pertama, setan dari jenis jin dan iblis di belenggu, sehingga salah satu musuh exsternal kita enggak bisa nganggu kita. Kedua, peluang pahala dibuka selebar-lebarnay dan jumlahnya pub dilipatgandakan, shalat sunnah saja pahalanya seperti shalat wajib, sedangkan yang wajib dilipat gandakan hingga 700 kali. Hal ini adalah motivasi kita agar bisa mengup-grading diri kita selama bulan Ramadhan.
Tapi kenapa ya hal yang semacam itu tidak diberlakkukan setiap saat? Coba seandainya setiap bulan adalah bulan Ramadhan, pasti setiap manusia menjadi orang yang baik..? ya gak?... he he
“ belum tentu jug.. coba deh kalau setiap hari kita makan eenaak melulu. Ayam goreng yang tadinya lezat menjadi biasa, jadi enggak istimewa. Manusia itu butuh variasi dan manusia diciptakan untuk beribadah untuk itu akan ada ujian-ujian yang datang silih berganti, untuk membuktikan manusia itu taat atau tidak. Juga untuk menempa seseorang agar menjadi semakin kuat. Nah, untuk menghadapi pertandingan-pertandingan dalam menghadapi ujian itu, manusia butuh satu bulan khusus untuk mencharge dirinya seoptimal mungkin. Bulan itu adalah bulan Ramadhan. Dan siapakah yang selayaknya menjadi pemenang dalam pertarungan Ramadhan? Yaitu orang-orang yang naik kelas dari mu’min menjadi muttaqin dan itu akan terbukti pada 11 bulan berikutnya, apakah ia benar-benar kuat menghadapi pertarungan dalam diri sebenarnya atau malah, knock out!.. jadi ramadhan itu sebenarnya merupakan proses persiapan diri.. seperti ulat yang masuknya ke dalam kepompong dan nantinya keluar akan menjadi kupu-kupu dan bahkan lebih dari pada itu.
Ramadhan adalah saatya kita memperbaiki mesin-mesin kita yang sudah aus, mengganti komponen dengan yang lebih baik, sehingga ketika Ramadhan kita benar-benar bisa melaju dengan kecepatan yang lebih prima dan kita sukses menaklukkan lawan-lawan kita. Menjadi pemenang sejati.
Dalam medan perang yang sebenarnya yaitu:.....
”11 BULAN BERIKUTNYA.!!”
Yap! Bulan Ramadhan tak terasa sudah bertandang. Ini bulan penuh perjuangan. Bulan di mana umat mukmin sejagad raya dihadapkan pada sebuah pertarungan. Yang namanya pertarungan pasti ada yang jadi musuh, ada yang jadi petarung dan yang pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Uniknya, di bulan ramadhan ini si musuh dan si petarung ini ternyata berkumpul dalam saru badan. Ah,… yang bener masa kita baku hantam dengan diri kita sendiri? Tangan kanan saling tinju dengan tangan kiri, situ? Hihi gak gitu ah!
Begini penjelasannya plen... Menurut Syaikh Sa’id Hawa, sebenarnya di dalam tubuh kita memang terdapat pertarungan, yang disebabkan adanya lintasan-lintasan hati yang berbeda. Nah, lintasan hati manusia itu ada empat, yaitu: lintasan rabbani, lintasan nafsani, lintasan syaithani dan lintasan malaki. Apaan tuh?
Lintasan rabbani adalah lintasan yang fitrah, yakni lintasan hati untuk senantiasa taat kepada Allah. Bertingkah sesuai dengan kehendak Allah. Jika kita senantiasa tunduk pada kebenaran, mengikuti panggilan nurani, berarti lintasan rabbani kitalah yang menang. Yap! Karena lintasan rabbani mempunyai musuh, yaitu lintasan nafsani, yang merupakan kecendrungan kita buat mengikuti keinginan-keinginan alias... mengikuti hawa nafsu, alias... syahwat yang nantinya menjerumuskan kita pada kerusakan. Lintasan rabbani dan lintasan nafsani seperti yang ditulis oleh kak Afifa Afra dalam bukunya ” And The Star Is Me” selalu berkompetisi dalam internal jiwa manusia. Uah baca blom bukunya?...^_^
Sedangkan lintasan syaithani dan lintasan malaki adalah faktor exsternal, datangnya dari luar tubuh kita. Lintasan syaitahi adalah kecendrungan hati untuk tunduk pada bisik-bisik setan yang teman-teman tau sendirikan...? setan itu pengennya kita berbuat kemungkaran. Setan itu sendiri bisa dari golongan jin dan manusia. Jadi jika ada manusia yang senantiasa membisikkan kejahatan kepada kita, seganteng apapun, secantik apapun, bisa disebut sebagai... setan. Lintasan syaithani akan selalu berhadapan dengan lintasan malaki, yaitu... ajakan malaikat yang selalu mengajak untuk berbuat kebaikan.
Nah, lintasan2 itu nantinya akan bersekutu fren. Lintasan rabbani akan bersekutu dengan lintasan malaki dan akan berperang dengan sengit melawan lintasan nafsani yang ditunggangi lintasan syaithani. Nah jelasakan, kenapa disebut di dalam tubuh kita ada peperangan, meskipun ada pengaruhnya dari luar... dan peperangan ini akan terjadi sepanjang masa. Selama hayat masih dikandung badan. Dan siapakah PEMENANG dari pertarunan itu?.. tentu saja yang amunisinya paling lengkap, yang paling kuat bertahan dan menggempur.
Tak terkecuali di bulan ramadhan. Namun, satu keistimewaan yang perlu kita catat dan kita simpan dalam memory kita. Pada bulan Ramadhan skuad lawan kita dikurangi satu! Yaitu Setan dari jenis jin dan iblis. Pada bulan Ramadhan setan dari jenis jin dan iblis ini dibelenggu Allah SWT. So,.... lawan kita jadi berkurang deh.. kekuatannya.... makanya dalam bulan Ramadhan kita eeenaak... banget dalam beramal ya. Soalnya striker lawan yang tajam dan sering buat kita KO lagi dikartu merah sih, he he he. Tapi.. harus tetap ingat!! Setan dari jenis manusia masih bertebaran. Mereka bersama dengan hawa nafsu di dalam diri kita, masih setia berkolaborasi menggempur keimanan kita. Makanya enggak heran jika pagi-pagi habis shalat shubuh , di antara remaja-remaja berbeda jenis, asyik merangkai asmara shubuh. Padahal BULAN PUASA....
Teman-teman mungkin bertanya-tanya kenapa sih harus ada bulan Ramadhan?
Kenapa sih seorang muslim harus diberikan moment khusus bernama Ramadhan?
Jawabannya terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 183
yang artinya: “hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”
Nah, dari ayat tersebut pertanyaan teman2 sudah bisa terjawab. Orang-orang beriman di perintahkan berpuasa agar naik kelas. Dari tadinya sekedar beriman, karena berpuasa, kemudia menjadi bertaqwa. Itulah sebenarnya kemenangan sejati. Jadi, kalo’ pasca puasa kita ternyata lebih baik dari pada sebelumnya, itu pertanda kita sukses, kita menang, kita lulus dan taqwa itu lebih tinggi dari pada iman... karena kita diperintahkan untuk mengapgrade keimanan kita menjadi ketaqwaan. Dan momennya adalah bulan Ramadhan. Di bulan ini kita dipermudah untuk beribadah kepada Allah SWT dengan beberapa fasilitas. Pertama, setan dari jenis jin dan iblis di belenggu, sehingga salah satu musuh exsternal kita enggak bisa nganggu kita. Kedua, peluang pahala dibuka selebar-lebarnay dan jumlahnya pub dilipatgandakan, shalat sunnah saja pahalanya seperti shalat wajib, sedangkan yang wajib dilipat gandakan hingga 700 kali. Hal ini adalah motivasi kita agar bisa mengup-grading diri kita selama bulan Ramadhan.
Tapi kenapa ya hal yang semacam itu tidak diberlakkukan setiap saat? Coba seandainya setiap bulan adalah bulan Ramadhan, pasti setiap manusia menjadi orang yang baik..? ya gak?... he he
“ belum tentu jug.. coba deh kalau setiap hari kita makan eenaak melulu. Ayam goreng yang tadinya lezat menjadi biasa, jadi enggak istimewa. Manusia itu butuh variasi dan manusia diciptakan untuk beribadah untuk itu akan ada ujian-ujian yang datang silih berganti, untuk membuktikan manusia itu taat atau tidak. Juga untuk menempa seseorang agar menjadi semakin kuat. Nah, untuk menghadapi pertandingan-pertandingan dalam menghadapi ujian itu, manusia butuh satu bulan khusus untuk mencharge dirinya seoptimal mungkin. Bulan itu adalah bulan Ramadhan. Dan siapakah yang selayaknya menjadi pemenang dalam pertarungan Ramadhan? Yaitu orang-orang yang naik kelas dari mu’min menjadi muttaqin dan itu akan terbukti pada 11 bulan berikutnya, apakah ia benar-benar kuat menghadapi pertarungan dalam diri sebenarnya atau malah, knock out!.. jadi ramadhan itu sebenarnya merupakan proses persiapan diri.. seperti ulat yang masuknya ke dalam kepompong dan nantinya keluar akan menjadi kupu-kupu dan bahkan lebih dari pada itu.
Ramadhan adalah saatya kita memperbaiki mesin-mesin kita yang sudah aus, mengganti komponen dengan yang lebih baik, sehingga ketika Ramadhan kita benar-benar bisa melaju dengan kecepatan yang lebih prima dan kita sukses menaklukkan lawan-lawan kita. Menjadi pemenang sejati.
Dalam medan perang yang sebenarnya yaitu:.....
”11 BULAN BERIKUTNYA.!!”
Jumat, 27 Agustus 2010
Shalat Traweh
Seandainya semua tahu tentang Sholat Taraweh
Sayidina Ali Abi Talib ra. meriwayatkan sebuah Hadis (yang panjang) daripada Raulullah s.a.w, yaitu jawaban baginda ketika ditanya oleh para sahabat mengenai fadhilat dan kelebihan solat Tarawih pada setiap malam di bulan Ramadhan. Baginda bersabda bahwa:
Malam ke 1
Diampuni dosa-dosa orang yang beriman sebagaimana keadaannya baru dilahirkan.
Malam ke 2
Diampunkan dosa orang-orang yang beriman yang mengerjakan solat Tarawih, serta dosa- dosa kedua ibu bapanya.
Malam ke 3
Para malaikat di bawah ‘Arasy menyeru kepada manusia yang mengerjakan solat Tarawih itu agar meneruskan solatnya pada malarn-malam yang lain, semoga Allah akan mengampunkan dosa-dosa mereka.
Malam ke 4
Orang-orang yang mengerjakan solat Tarawih akan memperolehi pahala sebagaimana pahala yang diperolehi oleh orang-orang yang membaca kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran.
Malam ke 5
Allah S.W.T akan mengurniakan pahala seumpama pahala orang-orang yang mengerjakan sembahyang di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsa.
Malam ke 6
Allah S.W.T akan mengurniakan kepadanya pahala seumpama pahala malaikat-malaikat yang bertawaf di Baitul Makmur serta setiap batu dan tanah berdoa untuk keampunan orang-orang yang mengerjakan tarawih malam itu.
Malam ke 7
Seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa a.s serta menolong Nabi itu menentang musuhnya Fir’aun dan Hamman.
Malam ke 8
Allah S.W.T mengurniakan pahala orang yang bersolat tarawih sebagaimana pahala yang dikurniakan kepada Nabi Ibrahim a.s.
Malam ke 9
Allah S.W.T akan mengurniakan pahala dan dinaikkan mutu ibadat hamba-Nya seperti Nabi Muhammad s.a.w.
Malam ke 10
Allah SWT mengurniakan kepada kebaikan dunia dan akhirat.
Malam ke 11
la meninggal dunia didalam keadaan bersih dari dosa seperti baru dilahirkan.
Malam ke 12
la akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan muka yang bercahaya-cahaya.
Malam ke 13
la akan datang pada hari kiamat di dalam keadaan aman sentosa dari sebarang kejahatan dan keburukan.
Malam ke 14
Malaikat-malaikat akan datang menyaksikan mereka bersolat Tarawih serta Allah S.W.T. tidak akan menyesatkan mereka.
Malam ke 15
Semua malaikat yang memikul Arasy dan Kursi akan berselawat dan mendoakannya supaya Allah mengampunkannya.
Malam ke 16
4Allah S.W.T. menuliskan baginya dari kalangan mereka yang terlepas dari api neraka dan dimasukkan ke dalam syurga.
Malam ke 17
Allah S.W.T menuliskan baginya pahala pada malam ini sebanyak pahala Nabi-Nabi.
Malam ke 18
Malaikat akan menyeru: Wahai hamba Allah sesungguhnya Allah telah redha denganmu dan dengan kedua ibu bapamu (yang masih hidup atau yang sudah mati).
Malam ke 19
Allah S.W.T akan meninggikan derajatnya di dalam syurga firdaus.
Malam ke 20
Allah S.W.T mengurniakan kepadanya pahala sekelian orang yang mati syahid dan orang-orang soleh.
Malam ke 21
Allah S.W.T akan membina untuknya sebuah mahligai di dalam syurga yang diperbuat dari cahaya.
Malam ke 22
la akan datang pada hari kiamat di dalam keadaan aman dari segala huru-hara pada hari tersebut.
Malam ke 23
Allah S.W.T akan membina untuknya sebuah istana di dalam syurga daripada cahaya.
Malam ke 24
Allah S.W.T akan membuka peluang untuk dua puluh tahun ibadat bagi orang-orang yang mengerjakan solat Tarawih pada malam tersebut.
Malam ke 25
Allah S.W.T akan mengangkat siksa kubur darinya.
Malam ke 26
Allah S.W.T akan mengurniakan pahala empat puluh tahun ibadat bagi orang-orang yang mengerjakan solat Tarawih pada malam tersebut.
Malam ke 27
Allah S.W.T akan mengurniakan kepadanya kemudahan untuk melintasi titian sirat sepantas kilat.
Malam ke 28
Allah S.W.T akan menaikkan kedudukannya seribu derajat di akhirat.
Malam ke 29
Allah S.W.T akan mengurniakan kepadanya pahala seribu haji yang mabrur.
Malam ke 30
Allah S.W.T akan memberi penghormatan kepada orang yang bertarawih pada malam terakhir dengan firman-Nya (yang bermaksud): Wahai hambaku!, makanlah segala jenis buah-buahan yang Engkau ingini untuk dimakan di dalam syurga dan mandilah kamu di dalam sungai yang bernama salsabil serta minumiah air dari telaga yang dikurniakan kepada Nabi Muhammad s.a.w. yang bernama Al-Kautsar.
Sayidina Ali Abi Talib ra. meriwayatkan sebuah Hadis (yang panjang) daripada Raulullah s.a.w, yaitu jawaban baginda ketika ditanya oleh para sahabat mengenai fadhilat dan kelebihan solat Tarawih pada setiap malam di bulan Ramadhan. Baginda bersabda bahwa:
Malam ke 1
Diampuni dosa-dosa orang yang beriman sebagaimana keadaannya baru dilahirkan.
Malam ke 2
Diampunkan dosa orang-orang yang beriman yang mengerjakan solat Tarawih, serta dosa- dosa kedua ibu bapanya.
Malam ke 3
Para malaikat di bawah ‘Arasy menyeru kepada manusia yang mengerjakan solat Tarawih itu agar meneruskan solatnya pada malarn-malam yang lain, semoga Allah akan mengampunkan dosa-dosa mereka.
Malam ke 4
Orang-orang yang mengerjakan solat Tarawih akan memperolehi pahala sebagaimana pahala yang diperolehi oleh orang-orang yang membaca kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran.
Malam ke 5
Allah S.W.T akan mengurniakan pahala seumpama pahala orang-orang yang mengerjakan sembahyang di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsa.
Malam ke 6
Allah S.W.T akan mengurniakan kepadanya pahala seumpama pahala malaikat-malaikat yang bertawaf di Baitul Makmur serta setiap batu dan tanah berdoa untuk keampunan orang-orang yang mengerjakan tarawih malam itu.
Malam ke 7
Seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa a.s serta menolong Nabi itu menentang musuhnya Fir’aun dan Hamman.
Malam ke 8
Allah S.W.T mengurniakan pahala orang yang bersolat tarawih sebagaimana pahala yang dikurniakan kepada Nabi Ibrahim a.s.
Malam ke 9
Allah S.W.T akan mengurniakan pahala dan dinaikkan mutu ibadat hamba-Nya seperti Nabi Muhammad s.a.w.
Malam ke 10
Allah SWT mengurniakan kepada kebaikan dunia dan akhirat.
Malam ke 11
la meninggal dunia didalam keadaan bersih dari dosa seperti baru dilahirkan.
Malam ke 12
la akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan muka yang bercahaya-cahaya.
Malam ke 13
la akan datang pada hari kiamat di dalam keadaan aman sentosa dari sebarang kejahatan dan keburukan.
Malam ke 14
Malaikat-malaikat akan datang menyaksikan mereka bersolat Tarawih serta Allah S.W.T. tidak akan menyesatkan mereka.
Malam ke 15
Semua malaikat yang memikul Arasy dan Kursi akan berselawat dan mendoakannya supaya Allah mengampunkannya.
Malam ke 16
4Allah S.W.T. menuliskan baginya dari kalangan mereka yang terlepas dari api neraka dan dimasukkan ke dalam syurga.
Malam ke 17
Allah S.W.T menuliskan baginya pahala pada malam ini sebanyak pahala Nabi-Nabi.
Malam ke 18
Malaikat akan menyeru: Wahai hamba Allah sesungguhnya Allah telah redha denganmu dan dengan kedua ibu bapamu (yang masih hidup atau yang sudah mati).
Malam ke 19
Allah S.W.T akan meninggikan derajatnya di dalam syurga firdaus.
Malam ke 20
Allah S.W.T mengurniakan kepadanya pahala sekelian orang yang mati syahid dan orang-orang soleh.
Malam ke 21
Allah S.W.T akan membina untuknya sebuah mahligai di dalam syurga yang diperbuat dari cahaya.
Malam ke 22
la akan datang pada hari kiamat di dalam keadaan aman dari segala huru-hara pada hari tersebut.
Malam ke 23
Allah S.W.T akan membina untuknya sebuah istana di dalam syurga daripada cahaya.
Malam ke 24
Allah S.W.T akan membuka peluang untuk dua puluh tahun ibadat bagi orang-orang yang mengerjakan solat Tarawih pada malam tersebut.
Malam ke 25
Allah S.W.T akan mengangkat siksa kubur darinya.
Malam ke 26
Allah S.W.T akan mengurniakan pahala empat puluh tahun ibadat bagi orang-orang yang mengerjakan solat Tarawih pada malam tersebut.
Malam ke 27
Allah S.W.T akan mengurniakan kepadanya kemudahan untuk melintasi titian sirat sepantas kilat.
Malam ke 28
Allah S.W.T akan menaikkan kedudukannya seribu derajat di akhirat.
Malam ke 29
Allah S.W.T akan mengurniakan kepadanya pahala seribu haji yang mabrur.
Malam ke 30
Allah S.W.T akan memberi penghormatan kepada orang yang bertarawih pada malam terakhir dengan firman-Nya (yang bermaksud): Wahai hambaku!, makanlah segala jenis buah-buahan yang Engkau ingini untuk dimakan di dalam syurga dan mandilah kamu di dalam sungai yang bernama salsabil serta minumiah air dari telaga yang dikurniakan kepada Nabi Muhammad s.a.w. yang bernama Al-Kautsar.
Kamis, 26 Agustus 2010
Marhaban Ya Ramadhan......
Marhaban Ya Ramadhan......
Marhaban Ya Syahrosh Shabar
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah...yah...kata itulah yang pantas kita ucapkan dalam setiap aktivitas kita, terlebih pada saat ini. Kenapa coba..???.. Ayo siapa yang bisa jawab??..Ya betul!! Karena sampai detik ini kita masih bisa menghirup udara segar, masih dapat melihat keindahan alam yang sangat indah, masih bisa bersuara dan berkicau (emang burung..), mendengar suara indah dari Aku, frens masih bisa merasakan nikmatnya ujian matematika di sekolah. Juga..tau nggak??.. Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu yang agung. Tau gak siapa??.. Yang jelas tamu ini bukan temen kalian yang datang ke rumah ngajakin maen play station. Juga bukan tukang kredit yang mo nagih utang. Tamu ini adalah sebuah Bulan yang sangat suci..bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada 1000 bulan...bulan yang di dalamnya seluruh umat Islam bersuka ria.. bulan itu adalah bulannnnn Ramadhan. Ya..betul Bulan Ramadhan yang disebut juga Bulan Sabar.
Teman2.. sebelum kita lanjutkan... Aku mo ngasih oleh-oleh buat Teman2. Oleh-olehnya bukan kue atau roti .. tapi ... sebuah nasyid yang Aku persembahkan buat teman2 dalam rangka menyambut kedatangan Bulan Ramadhan. Ini dia syairnya..judulnya "Marhaban Ya Ramadhan" ... Dengerin yach...
Kini t'lah datang Bulan Ramadhan menghampiri kita
Bulan mulia .. barokah dan sejahtera
Allah telah memberikan .. bulan yang penuh pengampunan
Dan Rasul pun telah mengagungkan bulan kerahmatan
Sambutlah kedatangannya .. Tunaikanlah perintah-Nya...
Teguhkanlah hati kita ..
Agar dapat derajat Taqwa...
Ayo kita sama-sama puasa .. di Bulan Ramadhan.
Semoga puasa senantiasa menjaga kita
Walaupun ujian menghadang tetaplah bersabar
Allah telah menjanjikan... Surga yang penuh kenikmatan
Rasa sayangku kepadamu... Nan bertambah selalu
Hindarilah kata dusta..Perangilah nafsu kita... Sucikanlah jiwa raga..
Agar dapat derajat Taqwa...
Sabar dan tawakallah di Bulan Ramadhan.
Frens.. Bulan Ramadhan adalah bulan yang berkah dan mulia, Bulan yang di dalamnya Allah melimpahkan berbagai keutamaan.
Apa aza sich keutamaan Bulan Ramadhan sampai-sampai para shahabat Nabi sangat ceria sekali..bahkan jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk menyambut bulan ini...??
Apa aza sich keistimewaannya sampai Allah dan Rasul mengagungkan bulan ini..?? Ayo kita bahas satu persatu OK!!
Keutamaan Bulan Ramadhan
1. Bulan Ramadhan sebagai Bulan Al Qur'an
Frens tau Al Qur'an gak... ?? Yach betul ... Al Qur'an adalah kitab suci yang Allah turunkan lewat Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril untuk dijadikan sebagai pedoman hidup umat manusia untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Saya yakin teman2 masih ingat.. ketika pada suatu hari Nabi Muhammad sedang berkholwat (menyendiri) di sebuah tempat ... namanya Gua Hira ... disitulah pertama kali Nabi Muhammad saw. mendapat wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril, yaitu Surat Al Alaq 1-5. teman2 tau kapan itu terjadi..?? Yah... itu terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. So.. Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur'an. Allah Ta'ala menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi umat manusia, sebagai obat penenang kepada kaum Mukminin, penyuluh kepada yang benar, yakni pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan yang berkebajikan.
Kalo gak percaya .. ayo kita lihat di Al Qur'an ayat 185. "Pada Bulan Ramadhan yang diturunkan Al Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan dari petunjuk, dan memperbedakan (antara yang hak dan yang batil), maka barangsiapa yang hadir diantara kamu di bulan itu hendaklah ia berpuasa."
2. Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya Setan Diborgol, Pintu Neraka Ditutup dan Pintu Surga Dibuka
Pada bulan yang berkah ini kejahatan berkurang di muka bumi karena jin ifrit diborgol, tidak diberi kebebasan merusak umat manusia seperti pada bulan-bulan lainnya karena Kaum Muslimin sedang sibuk menunaikan Ibadah Puasa yang merupakan pengekang syahwat, membaca Al Qur'an dan berbagai ibadat lainnya, sebagai pendiik dan pembersih jiwa. Karena itulah pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka, karena amal sholeh pada waktu itu timbul dan kata-kata baik meluap-luap.
Rasulullah saw bersabda, "Apabila tiba Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu api neraka dan diborgollah setan-setan" (HR Asy-Syaikhan).
Dalam kesempatan yang lain Rasulullah saw. bersabda,"Pintu-pintu rahmat dibuka, pintu-pintu jahannam ditutup dan setan-setan dirantai" (HR Muslim).
Diborgolnya setan di sini bukan berarti tak ada setan di sekeliling kita. Yang namanya setan itu ada dua..ada yang dinamakan Jin dan ada yang berbentuk manusia yang memang perilakunya menyerupai setan yakni selalu mengajak kepada kejelekan (jadi...kalo ada temen yang ngajak nyontek atau bolos sekolah .. hati-hati .. dia itu adalah ... ???). Kedua jenis setan ini sampai hari kiamat akan ada untuk menjerumuskan manusia ke jurang kemaksiatan. Di Bulan Ramadhan kaum Muslimin sedang melakukan ibadah puasa, sehingga kaum Muslimin sendiri mempunyai daya tahan untuk mencegah masuknya setan ke dalam tubuh kita (aliran makanan yang merupakan jalan masuknya setan jadi sempit). Coba dech ... kalo lagi puasa kita khan haus dan lapar ... sehingga kita termotivasi untuk sabar dan menahan syahwat dalam diri kita, baik syahwat untuk marah, syahwat untuk berfikiran yang aneh-aneh terhadap lawan jenis, dll. Terlebih lagi memang pada bulan itu kita dianjurkan untuk senantiasa berbuat kebajikan, karena pahalanya berlipat-lipat, kaya' baca Al Qur'an tiap hari, nolongin temen kita, berkata yang sopan dan baik-baik, bersedekah dan ibadah yang lainnya.
3. Bulan Ramadhan yang didalamnya terdapat Malam Lailatul Qadar
Frens ... Al Qur'an mengagungkan kondisi malam Lailatul Qadar dengan kemuliaan. Kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Nilai taat dan ibadah pada malam itu lebih baik dibanding ibadah 1000 bulan. Subhanallah ... Masya Allah .. adik-adik tau gak .. ?? 1000 bulan itu = 83 tahun lebih 4 bulan alias 30.000 hari. Tau gak artinya ... ??? Artinya 1 malam yang sangat mulia ini disetarakan dengan ibadah selama ± 83 tahun. Bayangkan ..!! Padahal umur manusia khan jarang yang nyampe 83 tahun. Sungguh beruntung orang yang mendapat rahmat Allah pada malam tersebut. Malam itu malaikat turun membawa rahmat Allah, keselamatan berkibar-kibar sampai terbit fajar.
Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa berdiri (beribadah) pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR Bukhari)."
Pernah Nabi saw. berkata kepada para sahabatnya "Bulan Ramadhan telah menaungimu, bulan yang penuh mulia ini telah datang di tengah-tengah kamu, di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkannya, maka ia telah kehilangan kebaikan, seluruhnya, dan tidak ada orang yang tidak mendapatkannya kecuali orang-orang yang merugi" (HR Ibnu Majah).
• Kapan sich datangnya malam Lailatul Qadar ... ???
Lailatul Qadar terjadi dengan pasti di bulan Ramadhan. Dalam berbagai hadits ada yang menjelaskan Lailatul Qadar itu datang pada 10 malam terakhir yang ganjil Ramadhan, ada yang 7 hari terakhir Ramadhan, ada yang tanggal 27 Ramadhan. Tetapi ... yang jelas ... adik-adik harus meyakini bahwa Allah swt mempunyai hikmah yang sangat besar dalam menyembunyikan (tanggal yang pasti) tentang Lailatul Qadar. Kenapa coba ..?? Coba dech ... kalo tanggal turunnya udah dipastiin ... mungkin kalian getol sholat dan beribadah pada malam itu .. tapi .. ada kemungkinan besar ibadah pada hari-hari lain akan kendor, tul gak ..??? So, ...khan kalo gak ditentuin ... kita akan terus termotivasi dan terdorong untuk banyak-banyak beribadah di setiap malam. Ok!!!
Adik-adik ... Allah menciptakan manusia bukan tanpa tujuan Frens, melainkan agar manusia mengenal dan menyembah-Nya sebagaimana yang difirmankan dalam Al Qur'an surat Adz Dzariyat ayat 56, "Wamaa kholaqtuljinna wal insa illa liya'buduuni" yang artinya "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku."
Ibadah kepada Allah bermacam-macam jenisnya. Ayo ... sebutkan apa aja coba contohnya!!??..? Nach .. diantara ibadah-ibadah tadi ada yang namanya ibadah puasa, yang dalam bahasa arabnya adalah "shaum". Di Bulan Ramadhan ini seluruh umat Muslim di dunia diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Makna puasa (shaum) adalah menahan diri dari sengaja makan, minum, melakukan hubungan suami isteri selama sehari penuh dengan niat menjalankan perintah Allah dan mendekatkan diri (taqorrub) kepada-Nya. Ini bisa kita lihat di Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 187.
Tapi Frens ... ternyata shaum tak hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan anggota tubuh kita dari hal yang buruk, menahan diri kita dari segala hal yang maksiat dan sesuatu yang tak diridhoi Allah, seperti berbohong, ngerumpi, nyontek, ngelawan ke guru dan orang tua, pacaran, sering marah, ngejelekin orang, menyakiti temen, musuh-musuhan ama temen sekelas, bolos sekolah, dan seabrek aktivitas mubazir lainnya. Semua itu harus kita tahan. Sebab kata Nabi Muhammad saw. "berapa banyak orang yang berpuasa, tapi tak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan haus." Tapiiii.... bukan berarti setelah mengerjakan shaum, hal-hal yang demikian itu kita lakukan lagi. Justru bulan puasa ini sebagai latihan untuk menahan segala kemaksiatan manakala bulan puasa ini usai.
So.. mari kita jadikan puasa sebagai sarana untuk melatih kita untuk mendekatkan diri kepada Allah ... OK!!!
• Hati Kita Harus Puasa Juga Lho!!!
Freans tahu apa itu hati?? Setiap makhluk pasti mempunyai hati. Secara maknawi, hati itu ada dua, ada hati yang mati, sengsara dan menderita, itulah hati kaum kafir, munafik dan kaum yang senantiasa durhaka kepada Allah swt. Ada hati yang senantiasa hidup, disinari oleh cahaya Allah, itulah hati orang-orang mukmin.
Hati seorang mukmin haruslah senantiasa puasa dari rasa sombong dan ujub. Teman2 pasti masih ingat bahwa sombong itu adalah sifat setan. Setan merasa dirinya hebat, sehingga berarti melanggar perintah Allah. Yang berhak untuk sombong hanyalah Allah. Manusia tidak pantas menjadi seorang yang sombong karena dirinya sangat rendah di hadapan Allah.
"Kesombongan adalah pakaian-Ku, keagungan adalah sarung-Ku.Barangsiapa bersaing dengan-Ku dalam keduanya, Aku akan menyiksanya" (Hadits Qudsi).
Hati orang yang berpuasa harus berpuasa dari rasa iri dan dengki. Karena yakinlah bahwa semua amal kita akan hancur bila hati ini ada sifat iri dan dengki.
Rasulullah saw. pernah memberi tahu sampai tiga kali tentang seseorang dari shahabatnya yang termasuk penghuni surga. Ketika orang itu ditanya tentang mengapa ia masuk surga? Ia menjawab, " Saya tidak tidur sementara dalam hati saya ada dengki, iri, atau khianat terhadap seseorang Muslim." Artinya rasa iri dan dengki dapat menghalangi kita dari masuk surga.
• So ... Gimana Sich .. Cara Lidah Berpuasa??
Teman2 punya lidah?? .. Yah ... Lidah adalah ibarat binatang buas yang berbahaya, ular berbisa dan api yang berkobar-kobar. Bahkan Rasul saw. pun mengingatkan kita akan lidah, "Hati-hatilah kamu dengan ini, (kemudian beliau menunjuk lidahnya)"
Ibnu Mas'ud berkata, "Demi Allah, tidak ada di dunia ini yang lebih berhak dijaga lebih lama dari lidah".
Puasa lidah adalah terdiamnya lidah ini dalam berbohong, mencela, berkata kotor, menggunjing, ngerumpi, menghina dan merendahkan orang, berkata jahat dan lain-lain. Adik-adik harus ingat bahwa lidah dapat mengantarkan Trman2 ke surga, yakni dengan menggunakan lidah ini untuk berdzikir kepada Allah, tapiii ... lidah pun dapat mengantarkan Teman2 ke neraka karena seringkali lidah ini dalam hal-hal yang tak disenangi oleh Allah.
Mu'adz bertanya, "Apakah kami akan disiksa akibat apa yang kami katakan, ya Rasulullah? Rasulullah saw. menjawab, "Ibumu menderita karena melahirkan kamu wahai Mu'adz. Manusia menelungkupkan muka ke neraka adalah karena akibat lidah mereka."
• IngaT .. IngaT!! Mata pun Harus Puasa!!
Diantara manusia ada orang yang perutnya puasa dari minum dan makan, tetapi matanya terlena dalam hal-hal haram. Puasanya mata adalah menahan pandangan mata ini dari hal-hal haram. Tau gak akibatnya kalo pandangan mata ini dibiarkan bebas dengan sebebas-bebasnya? Salah seorang salaf berkata, "Suatu ketika saya gunakan mata untuk berbuat haram, lalu aku menjadi lupa Al Qur'an setelah 40 tahun menghafalnya".
Selain itu ... bila pandangan mata ini gak dijaga ... maka hati kita akan selalu gundah gulana di setiap tempat. Coba dech ... kalo kalian udah terbiasa memandang lawan jenis kalian. Mungkin pada saat itu gak kerasa apa-apa, tapi besok-besok ... ketika kita lagi belajar ... kita gak konsentrasi, lagi makan gak kerasa nikmatnya, waktunya tidur pun mata ini gak merem-merem. Karena kepikiran orang yang dulu kita pandang.
Jadi ... ingaT - ingaT yach!! Mata adalah panglima, bila dilepas maka ia akan memangsa, dan bila diikat ia akan tunduk. Dan bila dibebaskan sebebas-bebasnya, maka ia akan membawa hati pada kehancuran.
• Kedua Telinga Kita Harus Puasa
"Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya." (Al-Isra': 36)
Telinga berpuasa dari mendengar kata-kata busuk, lagu, kata-kata jahat dan kotor. Kebanyakan umat Islam, apalagi kaum ABG Muslim, banyak memenuhi telinganya dengan nyanyian yang diharamkan dan kalimat yang kotor dan melenakan. Telinga orang yang berpuasa diarahkan untuk mendengarkan kata-kata yang indah dan tak membiarkan kata-kata keji masuk ke dalam telinganya.
Frens.. makanan telinga adalah dzikir, ilmu yang bermanfaat, nasehat yang baik dan ucapan yang baik.
• Bagaiman Perut Berpuasa
Puasa perut adalah dengan menjauhi makanan yang haram ketika berbuka puasa. "Hai orang-orang beriman, makanlah diantara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya saja kamu menyembah" (2: 172).
Abu Bakar ra pada suatu hari bersantap makan kemudian bertanya kepada pelayannya "dari mana asal makanan ini??? Si pelayan menjawab, "Dari hasil praktek perdukunan yang pernah saya lakukan dahulu pada waktu jahiliyyah". Abu Bakar ra kemudian memasukkan tangannya ke dalam mulutnya dan bergetar, kemudian mengeluarkan makanan dari perutnya.
Selain itu juga saat berbuka haruslah bersifat sederhana. Puasa perut saat bersantap hidangan puasa adalah tidak memasukkan makanan secara berlebih-lebihan.
"Makan dan minumlah, dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan". (Al-A'raf: 31).
Frens ... tau gak?? .. ada satu keistimewaan shaum dibandingkan ibadah-ibadah lainnya. Ibadah shaum adalah ibadah yang hanya untuk Allah swt, seperti yang tertera di hadits Qudsi, "Setiap amal ibadah anak Adam untuk dirinya, kecuali puasa, ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya, ia meninggalkan makan dan nafsu syahwat hanya untuk-Ku."
Jadi keikhlasan dan kejujuran kita kepada Allah swt benar-benar diuji ketika shaum. Soalnya khan ... gak ada yang ngeliat kalo kita gak puasa trusss ... kalo mau bohong pun kita bisa. Kalo ibadah lain akan kelihatan kalo kita gak ngerjain, contohnya gak sholat atau berzakat (ya gak??? ..)
Setiap yang Allah perintahkan pasti ada hikmahnya bagi kita. Dia Maha Bijaksana dalam menciptakan dan memerintah. Dia tak pernah menciptakan dengan bathil dan tak pernah mensyariatkan sesuatu dengan percuma.
Ibadah puasa (shaum) mempunyai hikmah dan kemashlahatan yang cukup banyak. Apa aza sich hikmahnya?? .. Ayo kita bahas satu persatu ...
Shaum dapat membersihkan jiwa
Kok bisa ya?? Iya.. soalnya dengan shaum kita belajar melatih jiwa agar selalu menghambakan diri secara total hanya kepada Allah. Dengan shaum kita selalu berusaha menahan diri dari hal-hal yang menjadi kesenangan jiwa. Jika mau .. ia dapat makan dan minum dengan mudah tanpa diketahui orang lain. Akan tetapi ia tinggalkan semua itu hanya untuk mencari ridho Allah semata.
Abu Hurairah ra meriwayatkan dalam hadits Qudsi:
"Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dibanding bau wangi misik. Ia meninggalkan makan, minum dan nafsu syahwat hanya untuk-Ku. Setiap amal ibadah anak Adam untuk dirinya, kecuali puasa, ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya."
Shaum disamping mengandung manfaat klinis yakni untuk menjaga kesehatan badan, juga mengandung manfaat psikologis
Dalam shaum unsur rohani akan menang di atas unsur materi. Serta unsur akal akan menang di atas unsur syahwat. Seseorang yang sedang shaum akan senantiasa berusaha menjaga kualitas shaumnya sehingga ia akan menjaga setiap ucapan, pikiran dan tingkah lakunya agar pahala shaumnya tidak berkurang. Adik-adik suka merasa gitu gak?? .. ?? Misalnya ada temen kita yang shaum, teruss ngomongin orang lain alias ghibah, so .. kita harus cepet-cepet ngingetin dan bilang "awas .. lagi puasa". Khan sayang ya kalo puasa kita Cuma dapet lapar dan haus aza. Oleh karena itu dengan puasa kita akan lebih mengutamakan ruhani dan akal kita dibanding nafsu dan syahwat kita.
Shaum berguna untuk mendidik kemauan, jihad (berjuang) melawan hawa nafsu, membiasakan berlaku sabar dan menahan kesenangan.
Manusia dituntut berlaku sabar dalam menjalankan ketaatan dan bersabar dalam meninggalkan maksiat. Dalam sebuah Hadits disebutkan,
"Puasa adalah perisai yang menyelamatkan dari neraka sebagaimana perisai seorang diantara kamu dari peperangan."
Ketika puasa orang juga harus sabar, gak boleh cepet marah, karena marah termasuk hawa nafsu yang datangnya dari syaiton (setan). Jadi kalo mo latihan sabar menahan amarah, coba dech dengan puasa. OK!!
Shaum dapat menahan/melemahkan nafsu syahwat terhadap lawan jenis terutama apabila shaum tersebut dikerjakan secara teratur hanya karena mengharapkan ridho Allah swt. Oleh karena itu kalau misalnya kita lagi "suka" sama lawan jenis cobalah lawan dengan puasa. Karena perasaan sebelum menikah harus ditekan, agar tidak menjurus kepada hal-hal yang mendekati zina. Nabi saw. menganjurkan kepada para pemuda yang belum mampu menikah agar mau shaum.
"Wahai segenap pemuda, barangsiapa ada diantara kamu yang belum mempunyai kemampuan hendaklah menikah, karena nikah dapat merendahkan pandangan mata dan dapat lebih menetralisir keinginan seksual. Barangsiapa yang tak mampu untuk menikah, maka hendaklah berpuasa karena puasa dapat menahan nafsu syahwat."
Shaum dapat menjadikan orang yang melakukannya selalu ingat akan nikmat Allah
Ketika ia lapar, ia akan merendahkan diri dan akan selalu ingat kepada-Nya dan apabila ia kenyang, maka ia akan selalu memuji dan banyak bersyukur kepada-Nya atas nikmat kenyang.
Shaum juga dapat menyebabkan tumbuhnya jiwa sosial
Setiap orang dalam shaum dipaksa lapar, walaupun ia seorang yang mampu (kaya). Ia dipaksa untuk sama-sama merasa lapar dan menderita seperti yang sering dirasakan oleh fakir miskin. Maka seharusnya latihan shaum dapat menumbuhkan rasa kepedulian sosial, mengajak kepada saling mengasihi dan menyayangi dan lebih giat dalam bersedekah, membantu kaum yang membutuhkan. Oleh karena itu amal yang paling besar pahalanya di bulan Ramadhan adalah memberi makan orang yang berpuasa seperti bunyi hadits berikut ini, "Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tidak kurang sedikitpun."
Inti dari semua itu adalah shaum dapat menyiapkan manusia ke derajat taqwa dan mengangkatnya ke derajat muttaqin.
Subhanallah ... begitu banyak hikmah shaum, ternyata puasa tidak hanya mengadu kuat nggak makan dan minum aja lho... Gimana ..?? jadi kepengen shaum khan .. ?? Nach .. sebentar lagi khan Bulan Ramadhan .. ya. Setiap muslim diwajibkan shaum di bulan tersebut. Dalilnya ada dalam Al Qur'anul Karim surat Al Baqarah ayat 183 - 185.
Abu Hurairah ra meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah saw.,
"Barangsiapa berpuasa di Bulan Ramadhan karena iman dan mencari pahala dari Allah maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lewat. Dan barangsiapa melakukan amal ibadah tambahan (sunnah) di Bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka ia akan diampuni segala dosanya yang telah lalu."
Mau khan diampuni dosa kita yang bertumpuk-tumpuk itu?? Makanya kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut bulan Ramadhan, kesehatan harus dijaga.. jangan sampai sakit. Di bulan Ramadhan ini juga hendaknya memperbanyak tilawah, selain itu sunnah yang memiliki keutamaan untuk dikerjakan adalah:
• Cepat berbuka
Rasulullah saw. bersabda, "Manusia akan selalu baik, selama mereka cepat berbuka. Berbeda dengan orang yahudi dan nasrani yang selalu mengakhirkan waktu berbuka."
• Sahur dan mengakhirkannya
Hal ini dimaksudkan agar dapat memberi kekuatan bagi orang yang berpuasa. Sabda Nabi saw., "Bersahurlah kamu, karena di dalam sahur terdapat berkah."
• Membersihkan diri dari perkataan kotor, mencerca dan perkataan yang tiada guna
Shaum yang benar-benar diterima adalah shaum dimana lidah dan seluruh anggota badannya juga ikut berpuasa dari melakukan maksiat kepada Allah swt. Rasulullah saw. bersabda, "Puasa itu bukan hanya menahan dari makan dan minum, tetapi puasa adalah menahan dari kata-kata kosong dan jorok."
• Bangun malam bulan ramadhan dan sholat tarawih
Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa berqiyamul lail bulan Ramadhan karena iman dan mencari pahala dari Allah, maka dosa yang telah lewat akan diampuni."
Tarawih adalah sholat yang telah menjadi atsar dan dilaksanakan oleh orang-orang Islam dengan berjamaah di masjid setelah sholat Isya. Boleh 11 rakaat (3 witir), boleh juga 23 rakaat.
• Memanfaatkan bulan ramadhan untuk dzikir, taat dan bershodaqoh
Ramadhan adalah sarana untuk menyebarkan kebaikan, dimana amal kebaikan akan diberi pahala yang berlipat ganda dan ampunan dimurahkan, kesenangan untuk berbuat baik akan bertambah. Orang yang sangat merugi adalah orang-orang yang tak mendapatkan rahmat dari Allah. Bagaimana sich cara mendapatkan rahmat Allah?? .. caranya ialah dengan mendekatkan diri kepada-Nya, bersungguh-sungguh dalam berdzikir serta beribadah yang baik kepada-Nya. Kalau Allah merahmati dan sayang kepada kita insya Allah hidup ini akan terasa mudah dan indah ... OK!!
Rasulullah saw. bersabda, "Apabila datang bulan Ramadhan, maka dibukakanlah pintu-pintu neraka dan setan dibelenggu."
Yang patut dikerjakan dengan bersunguh-sungguh bagi orang yang shaum adalah bermurah hati, berbuat kebaikan, ber'ammar ma'ruf nahi mungkar, dan memberi makan.
• Membaca doa sepanjang hari, khususnya ketika berbuka
Dzikir dan do'a sangat dipentingkan bagi orang yang sedang berpuasa, tetapi yang lebih dipentingkan lagi adalah ketika berbuka.
Sabda Nabi saw., "Sesungguhnya orang yang berpuasa ketika berbuka do'anya tidak akan ditolak" (HR Ibnu Majah).
"Tiga golongan yang do'anya tak akan ditolak, yaitu imam yang adil, orang yang berpuasa ketika berbuka dan do'anya orang yang teraniaya." Dalam riwayat lain "dan orang yang berpuasa sehingga ia berbuka" (HR Abu Hurairah).
• Bersungguh-sungguh pada Al 'asyrul awakhir (10 hari terakhir bulan ramadhan)
Yah... itulah sekelumit tentang Ramadhan... Subhanallah .. indah yach Bulan Ramadhan. Saya mengajak teman2 untuk menyambut Bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan. Dannnn ... jangan lupa untuk berpuasa dengan sebenar-benarnya puasa sebagaimana yang telah di terangkan tadi ... OK!
Sebelum ditutup .. mari kita nyanyikan sebuah nasyid ... judulnya "Ramadhan"
Bulan Ramadhan ... Bulan penuh mulia
Bulan Ramadhan ... Bulan penuh barokah
Bulan Ramadhan ... Bulan penuh ampunan
Bulan Ramadhan ... kusayang padamu
Bulan Ramadhan ... kuharap selalu
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
MMSMP
Marhaban Ya Ramadhan......
Marhaban Ya Syahrosh Shabar
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah...yah...kata itulah yang pantas kita ucapkan dalam setiap aktivitas kita, terlebih pada saat ini. Kenapa coba..???.. Ayo siapa yang bisa jawab??..Ya betul!! Karena sampai detik ini kita masih bisa menghirup udara segar, masih dapat melihat keindahan alam yang sangat indah, masih bisa bersuara dan berkicau (emang burung..), mendengar suara indah dari Aku, frens masih bisa merasakan nikmatnya ujian matematika di sekolah. Juga..tau nggak??.. Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu yang agung. Tau gak siapa??.. Yang jelas tamu ini bukan temen kalian yang datang ke rumah ngajakin maen play station. Juga bukan tukang kredit yang mo nagih utang. Tamu ini adalah sebuah Bulan yang sangat suci..bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada 1000 bulan...bulan yang di dalamnya seluruh umat Islam bersuka ria.. bulan itu adalah bulannnnn Ramadhan. Ya..betul Bulan Ramadhan yang disebut juga Bulan Sabar.
Teman2.. sebelum kita lanjutkan... Aku mo ngasih oleh-oleh buat Teman2. Oleh-olehnya bukan kue atau roti .. tapi ... sebuah nasyid yang Aku persembahkan buat teman2 dalam rangka menyambut kedatangan Bulan Ramadhan. Ini dia syairnya..judulnya "Marhaban Ya Ramadhan" ... Dengerin yach...
Kini t'lah datang Bulan Ramadhan menghampiri kita
Bulan mulia .. barokah dan sejahtera
Allah telah memberikan .. bulan yang penuh pengampunan
Dan Rasul pun telah mengagungkan bulan kerahmatan
Sambutlah kedatangannya .. Tunaikanlah perintah-Nya...
Teguhkanlah hati kita ..
Agar dapat derajat Taqwa...
Ayo kita sama-sama puasa .. di Bulan Ramadhan.
Semoga puasa senantiasa menjaga kita
Walaupun ujian menghadang tetaplah bersabar
Allah telah menjanjikan... Surga yang penuh kenikmatan
Rasa sayangku kepadamu... Nan bertambah selalu
Hindarilah kata dusta..Perangilah nafsu kita... Sucikanlah jiwa raga..
Agar dapat derajat Taqwa...
Sabar dan tawakallah di Bulan Ramadhan.
Frens.. Bulan Ramadhan adalah bulan yang berkah dan mulia, Bulan yang di dalamnya Allah melimpahkan berbagai keutamaan.
Apa aza sich keutamaan Bulan Ramadhan sampai-sampai para shahabat Nabi sangat ceria sekali..bahkan jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk menyambut bulan ini...??
Apa aza sich keistimewaannya sampai Allah dan Rasul mengagungkan bulan ini..?? Ayo kita bahas satu persatu OK!!
Keutamaan Bulan Ramadhan
1. Bulan Ramadhan sebagai Bulan Al Qur'an
Frens tau Al Qur'an gak... ?? Yach betul ... Al Qur'an adalah kitab suci yang Allah turunkan lewat Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril untuk dijadikan sebagai pedoman hidup umat manusia untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Saya yakin teman2 masih ingat.. ketika pada suatu hari Nabi Muhammad sedang berkholwat (menyendiri) di sebuah tempat ... namanya Gua Hira ... disitulah pertama kali Nabi Muhammad saw. mendapat wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril, yaitu Surat Al Alaq 1-5. teman2 tau kapan itu terjadi..?? Yah... itu terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. So.. Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur'an. Allah Ta'ala menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi umat manusia, sebagai obat penenang kepada kaum Mukminin, penyuluh kepada yang benar, yakni pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan yang berkebajikan.
Kalo gak percaya .. ayo kita lihat di Al Qur'an ayat 185. "Pada Bulan Ramadhan yang diturunkan Al Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan dari petunjuk, dan memperbedakan (antara yang hak dan yang batil), maka barangsiapa yang hadir diantara kamu di bulan itu hendaklah ia berpuasa."
2. Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya Setan Diborgol, Pintu Neraka Ditutup dan Pintu Surga Dibuka
Pada bulan yang berkah ini kejahatan berkurang di muka bumi karena jin ifrit diborgol, tidak diberi kebebasan merusak umat manusia seperti pada bulan-bulan lainnya karena Kaum Muslimin sedang sibuk menunaikan Ibadah Puasa yang merupakan pengekang syahwat, membaca Al Qur'an dan berbagai ibadat lainnya, sebagai pendiik dan pembersih jiwa. Karena itulah pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka, karena amal sholeh pada waktu itu timbul dan kata-kata baik meluap-luap.
Rasulullah saw bersabda, "Apabila tiba Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu api neraka dan diborgollah setan-setan" (HR Asy-Syaikhan).
Dalam kesempatan yang lain Rasulullah saw. bersabda,"Pintu-pintu rahmat dibuka, pintu-pintu jahannam ditutup dan setan-setan dirantai" (HR Muslim).
Diborgolnya setan di sini bukan berarti tak ada setan di sekeliling kita. Yang namanya setan itu ada dua..ada yang dinamakan Jin dan ada yang berbentuk manusia yang memang perilakunya menyerupai setan yakni selalu mengajak kepada kejelekan (jadi...kalo ada temen yang ngajak nyontek atau bolos sekolah .. hati-hati .. dia itu adalah ... ???). Kedua jenis setan ini sampai hari kiamat akan ada untuk menjerumuskan manusia ke jurang kemaksiatan. Di Bulan Ramadhan kaum Muslimin sedang melakukan ibadah puasa, sehingga kaum Muslimin sendiri mempunyai daya tahan untuk mencegah masuknya setan ke dalam tubuh kita (aliran makanan yang merupakan jalan masuknya setan jadi sempit). Coba dech ... kalo lagi puasa kita khan haus dan lapar ... sehingga kita termotivasi untuk sabar dan menahan syahwat dalam diri kita, baik syahwat untuk marah, syahwat untuk berfikiran yang aneh-aneh terhadap lawan jenis, dll. Terlebih lagi memang pada bulan itu kita dianjurkan untuk senantiasa berbuat kebajikan, karena pahalanya berlipat-lipat, kaya' baca Al Qur'an tiap hari, nolongin temen kita, berkata yang sopan dan baik-baik, bersedekah dan ibadah yang lainnya.
3. Bulan Ramadhan yang didalamnya terdapat Malam Lailatul Qadar
Frens ... Al Qur'an mengagungkan kondisi malam Lailatul Qadar dengan kemuliaan. Kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Nilai taat dan ibadah pada malam itu lebih baik dibanding ibadah 1000 bulan. Subhanallah ... Masya Allah .. adik-adik tau gak .. ?? 1000 bulan itu = 83 tahun lebih 4 bulan alias 30.000 hari. Tau gak artinya ... ??? Artinya 1 malam yang sangat mulia ini disetarakan dengan ibadah selama ± 83 tahun. Bayangkan ..!! Padahal umur manusia khan jarang yang nyampe 83 tahun. Sungguh beruntung orang yang mendapat rahmat Allah pada malam tersebut. Malam itu malaikat turun membawa rahmat Allah, keselamatan berkibar-kibar sampai terbit fajar.
Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa berdiri (beribadah) pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR Bukhari)."
Pernah Nabi saw. berkata kepada para sahabatnya "Bulan Ramadhan telah menaungimu, bulan yang penuh mulia ini telah datang di tengah-tengah kamu, di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkannya, maka ia telah kehilangan kebaikan, seluruhnya, dan tidak ada orang yang tidak mendapatkannya kecuali orang-orang yang merugi" (HR Ibnu Majah).
• Kapan sich datangnya malam Lailatul Qadar ... ???
Lailatul Qadar terjadi dengan pasti di bulan Ramadhan. Dalam berbagai hadits ada yang menjelaskan Lailatul Qadar itu datang pada 10 malam terakhir yang ganjil Ramadhan, ada yang 7 hari terakhir Ramadhan, ada yang tanggal 27 Ramadhan. Tetapi ... yang jelas ... adik-adik harus meyakini bahwa Allah swt mempunyai hikmah yang sangat besar dalam menyembunyikan (tanggal yang pasti) tentang Lailatul Qadar. Kenapa coba ..?? Coba dech ... kalo tanggal turunnya udah dipastiin ... mungkin kalian getol sholat dan beribadah pada malam itu .. tapi .. ada kemungkinan besar ibadah pada hari-hari lain akan kendor, tul gak ..??? So, ...khan kalo gak ditentuin ... kita akan terus termotivasi dan terdorong untuk banyak-banyak beribadah di setiap malam. Ok!!!
Adik-adik ... Allah menciptakan manusia bukan tanpa tujuan Frens, melainkan agar manusia mengenal dan menyembah-Nya sebagaimana yang difirmankan dalam Al Qur'an surat Adz Dzariyat ayat 56, "Wamaa kholaqtuljinna wal insa illa liya'buduuni" yang artinya "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku."
Ibadah kepada Allah bermacam-macam jenisnya. Ayo ... sebutkan apa aja coba contohnya!!??..? Nach .. diantara ibadah-ibadah tadi ada yang namanya ibadah puasa, yang dalam bahasa arabnya adalah "shaum". Di Bulan Ramadhan ini seluruh umat Muslim di dunia diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Makna puasa (shaum) adalah menahan diri dari sengaja makan, minum, melakukan hubungan suami isteri selama sehari penuh dengan niat menjalankan perintah Allah dan mendekatkan diri (taqorrub) kepada-Nya. Ini bisa kita lihat di Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 187.
Tapi Frens ... ternyata shaum tak hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan anggota tubuh kita dari hal yang buruk, menahan diri kita dari segala hal yang maksiat dan sesuatu yang tak diridhoi Allah, seperti berbohong, ngerumpi, nyontek, ngelawan ke guru dan orang tua, pacaran, sering marah, ngejelekin orang, menyakiti temen, musuh-musuhan ama temen sekelas, bolos sekolah, dan seabrek aktivitas mubazir lainnya. Semua itu harus kita tahan. Sebab kata Nabi Muhammad saw. "berapa banyak orang yang berpuasa, tapi tak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan haus." Tapiiii.... bukan berarti setelah mengerjakan shaum, hal-hal yang demikian itu kita lakukan lagi. Justru bulan puasa ini sebagai latihan untuk menahan segala kemaksiatan manakala bulan puasa ini usai.
So.. mari kita jadikan puasa sebagai sarana untuk melatih kita untuk mendekatkan diri kepada Allah ... OK!!!
• Hati Kita Harus Puasa Juga Lho!!!
Freans tahu apa itu hati?? Setiap makhluk pasti mempunyai hati. Secara maknawi, hati itu ada dua, ada hati yang mati, sengsara dan menderita, itulah hati kaum kafir, munafik dan kaum yang senantiasa durhaka kepada Allah swt. Ada hati yang senantiasa hidup, disinari oleh cahaya Allah, itulah hati orang-orang mukmin.
Hati seorang mukmin haruslah senantiasa puasa dari rasa sombong dan ujub. Teman2 pasti masih ingat bahwa sombong itu adalah sifat setan. Setan merasa dirinya hebat, sehingga berarti melanggar perintah Allah. Yang berhak untuk sombong hanyalah Allah. Manusia tidak pantas menjadi seorang yang sombong karena dirinya sangat rendah di hadapan Allah.
"Kesombongan adalah pakaian-Ku, keagungan adalah sarung-Ku.Barangsiapa bersaing dengan-Ku dalam keduanya, Aku akan menyiksanya" (Hadits Qudsi).
Hati orang yang berpuasa harus berpuasa dari rasa iri dan dengki. Karena yakinlah bahwa semua amal kita akan hancur bila hati ini ada sifat iri dan dengki.
Rasulullah saw. pernah memberi tahu sampai tiga kali tentang seseorang dari shahabatnya yang termasuk penghuni surga. Ketika orang itu ditanya tentang mengapa ia masuk surga? Ia menjawab, " Saya tidak tidur sementara dalam hati saya ada dengki, iri, atau khianat terhadap seseorang Muslim." Artinya rasa iri dan dengki dapat menghalangi kita dari masuk surga.
• So ... Gimana Sich .. Cara Lidah Berpuasa??
Teman2 punya lidah?? .. Yah ... Lidah adalah ibarat binatang buas yang berbahaya, ular berbisa dan api yang berkobar-kobar. Bahkan Rasul saw. pun mengingatkan kita akan lidah, "Hati-hatilah kamu dengan ini, (kemudian beliau menunjuk lidahnya)"
Ibnu Mas'ud berkata, "Demi Allah, tidak ada di dunia ini yang lebih berhak dijaga lebih lama dari lidah".
Puasa lidah adalah terdiamnya lidah ini dalam berbohong, mencela, berkata kotor, menggunjing, ngerumpi, menghina dan merendahkan orang, berkata jahat dan lain-lain. Adik-adik harus ingat bahwa lidah dapat mengantarkan Trman2 ke surga, yakni dengan menggunakan lidah ini untuk berdzikir kepada Allah, tapiii ... lidah pun dapat mengantarkan Teman2 ke neraka karena seringkali lidah ini dalam hal-hal yang tak disenangi oleh Allah.
Mu'adz bertanya, "Apakah kami akan disiksa akibat apa yang kami katakan, ya Rasulullah? Rasulullah saw. menjawab, "Ibumu menderita karena melahirkan kamu wahai Mu'adz. Manusia menelungkupkan muka ke neraka adalah karena akibat lidah mereka."
• IngaT .. IngaT!! Mata pun Harus Puasa!!
Diantara manusia ada orang yang perutnya puasa dari minum dan makan, tetapi matanya terlena dalam hal-hal haram. Puasanya mata adalah menahan pandangan mata ini dari hal-hal haram. Tau gak akibatnya kalo pandangan mata ini dibiarkan bebas dengan sebebas-bebasnya? Salah seorang salaf berkata, "Suatu ketika saya gunakan mata untuk berbuat haram, lalu aku menjadi lupa Al Qur'an setelah 40 tahun menghafalnya".
Selain itu ... bila pandangan mata ini gak dijaga ... maka hati kita akan selalu gundah gulana di setiap tempat. Coba dech ... kalo kalian udah terbiasa memandang lawan jenis kalian. Mungkin pada saat itu gak kerasa apa-apa, tapi besok-besok ... ketika kita lagi belajar ... kita gak konsentrasi, lagi makan gak kerasa nikmatnya, waktunya tidur pun mata ini gak merem-merem. Karena kepikiran orang yang dulu kita pandang.
Jadi ... ingaT - ingaT yach!! Mata adalah panglima, bila dilepas maka ia akan memangsa, dan bila diikat ia akan tunduk. Dan bila dibebaskan sebebas-bebasnya, maka ia akan membawa hati pada kehancuran.
• Kedua Telinga Kita Harus Puasa
"Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya." (Al-Isra': 36)
Telinga berpuasa dari mendengar kata-kata busuk, lagu, kata-kata jahat dan kotor. Kebanyakan umat Islam, apalagi kaum ABG Muslim, banyak memenuhi telinganya dengan nyanyian yang diharamkan dan kalimat yang kotor dan melenakan. Telinga orang yang berpuasa diarahkan untuk mendengarkan kata-kata yang indah dan tak membiarkan kata-kata keji masuk ke dalam telinganya.
Frens.. makanan telinga adalah dzikir, ilmu yang bermanfaat, nasehat yang baik dan ucapan yang baik.
• Bagaiman Perut Berpuasa
Puasa perut adalah dengan menjauhi makanan yang haram ketika berbuka puasa. "Hai orang-orang beriman, makanlah diantara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya saja kamu menyembah" (2: 172).
Abu Bakar ra pada suatu hari bersantap makan kemudian bertanya kepada pelayannya "dari mana asal makanan ini??? Si pelayan menjawab, "Dari hasil praktek perdukunan yang pernah saya lakukan dahulu pada waktu jahiliyyah". Abu Bakar ra kemudian memasukkan tangannya ke dalam mulutnya dan bergetar, kemudian mengeluarkan makanan dari perutnya.
Selain itu juga saat berbuka haruslah bersifat sederhana. Puasa perut saat bersantap hidangan puasa adalah tidak memasukkan makanan secara berlebih-lebihan.
"Makan dan minumlah, dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan". (Al-A'raf: 31).
Frens ... tau gak?? .. ada satu keistimewaan shaum dibandingkan ibadah-ibadah lainnya. Ibadah shaum adalah ibadah yang hanya untuk Allah swt, seperti yang tertera di hadits Qudsi, "Setiap amal ibadah anak Adam untuk dirinya, kecuali puasa, ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya, ia meninggalkan makan dan nafsu syahwat hanya untuk-Ku."
Jadi keikhlasan dan kejujuran kita kepada Allah swt benar-benar diuji ketika shaum. Soalnya khan ... gak ada yang ngeliat kalo kita gak puasa trusss ... kalo mau bohong pun kita bisa. Kalo ibadah lain akan kelihatan kalo kita gak ngerjain, contohnya gak sholat atau berzakat (ya gak??? ..)
Setiap yang Allah perintahkan pasti ada hikmahnya bagi kita. Dia Maha Bijaksana dalam menciptakan dan memerintah. Dia tak pernah menciptakan dengan bathil dan tak pernah mensyariatkan sesuatu dengan percuma.
Ibadah puasa (shaum) mempunyai hikmah dan kemashlahatan yang cukup banyak. Apa aza sich hikmahnya?? .. Ayo kita bahas satu persatu ...
Shaum dapat membersihkan jiwa
Kok bisa ya?? Iya.. soalnya dengan shaum kita belajar melatih jiwa agar selalu menghambakan diri secara total hanya kepada Allah. Dengan shaum kita selalu berusaha menahan diri dari hal-hal yang menjadi kesenangan jiwa. Jika mau .. ia dapat makan dan minum dengan mudah tanpa diketahui orang lain. Akan tetapi ia tinggalkan semua itu hanya untuk mencari ridho Allah semata.
Abu Hurairah ra meriwayatkan dalam hadits Qudsi:
"Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dibanding bau wangi misik. Ia meninggalkan makan, minum dan nafsu syahwat hanya untuk-Ku. Setiap amal ibadah anak Adam untuk dirinya, kecuali puasa, ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya."
Shaum disamping mengandung manfaat klinis yakni untuk menjaga kesehatan badan, juga mengandung manfaat psikologis
Dalam shaum unsur rohani akan menang di atas unsur materi. Serta unsur akal akan menang di atas unsur syahwat. Seseorang yang sedang shaum akan senantiasa berusaha menjaga kualitas shaumnya sehingga ia akan menjaga setiap ucapan, pikiran dan tingkah lakunya agar pahala shaumnya tidak berkurang. Adik-adik suka merasa gitu gak?? .. ?? Misalnya ada temen kita yang shaum, teruss ngomongin orang lain alias ghibah, so .. kita harus cepet-cepet ngingetin dan bilang "awas .. lagi puasa". Khan sayang ya kalo puasa kita Cuma dapet lapar dan haus aza. Oleh karena itu dengan puasa kita akan lebih mengutamakan ruhani dan akal kita dibanding nafsu dan syahwat kita.
Shaum berguna untuk mendidik kemauan, jihad (berjuang) melawan hawa nafsu, membiasakan berlaku sabar dan menahan kesenangan.
Manusia dituntut berlaku sabar dalam menjalankan ketaatan dan bersabar dalam meninggalkan maksiat. Dalam sebuah Hadits disebutkan,
"Puasa adalah perisai yang menyelamatkan dari neraka sebagaimana perisai seorang diantara kamu dari peperangan."
Ketika puasa orang juga harus sabar, gak boleh cepet marah, karena marah termasuk hawa nafsu yang datangnya dari syaiton (setan). Jadi kalo mo latihan sabar menahan amarah, coba dech dengan puasa. OK!!
Shaum dapat menahan/melemahkan nafsu syahwat terhadap lawan jenis terutama apabila shaum tersebut dikerjakan secara teratur hanya karena mengharapkan ridho Allah swt. Oleh karena itu kalau misalnya kita lagi "suka" sama lawan jenis cobalah lawan dengan puasa. Karena perasaan sebelum menikah harus ditekan, agar tidak menjurus kepada hal-hal yang mendekati zina. Nabi saw. menganjurkan kepada para pemuda yang belum mampu menikah agar mau shaum.
"Wahai segenap pemuda, barangsiapa ada diantara kamu yang belum mempunyai kemampuan hendaklah menikah, karena nikah dapat merendahkan pandangan mata dan dapat lebih menetralisir keinginan seksual. Barangsiapa yang tak mampu untuk menikah, maka hendaklah berpuasa karena puasa dapat menahan nafsu syahwat."
Shaum dapat menjadikan orang yang melakukannya selalu ingat akan nikmat Allah
Ketika ia lapar, ia akan merendahkan diri dan akan selalu ingat kepada-Nya dan apabila ia kenyang, maka ia akan selalu memuji dan banyak bersyukur kepada-Nya atas nikmat kenyang.
Shaum juga dapat menyebabkan tumbuhnya jiwa sosial
Setiap orang dalam shaum dipaksa lapar, walaupun ia seorang yang mampu (kaya). Ia dipaksa untuk sama-sama merasa lapar dan menderita seperti yang sering dirasakan oleh fakir miskin. Maka seharusnya latihan shaum dapat menumbuhkan rasa kepedulian sosial, mengajak kepada saling mengasihi dan menyayangi dan lebih giat dalam bersedekah, membantu kaum yang membutuhkan. Oleh karena itu amal yang paling besar pahalanya di bulan Ramadhan adalah memberi makan orang yang berpuasa seperti bunyi hadits berikut ini, "Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tidak kurang sedikitpun."
Inti dari semua itu adalah shaum dapat menyiapkan manusia ke derajat taqwa dan mengangkatnya ke derajat muttaqin.
Subhanallah ... begitu banyak hikmah shaum, ternyata puasa tidak hanya mengadu kuat nggak makan dan minum aja lho... Gimana ..?? jadi kepengen shaum khan .. ?? Nach .. sebentar lagi khan Bulan Ramadhan .. ya. Setiap muslim diwajibkan shaum di bulan tersebut. Dalilnya ada dalam Al Qur'anul Karim surat Al Baqarah ayat 183 - 185.
Abu Hurairah ra meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah saw.,
"Barangsiapa berpuasa di Bulan Ramadhan karena iman dan mencari pahala dari Allah maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lewat. Dan barangsiapa melakukan amal ibadah tambahan (sunnah) di Bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka ia akan diampuni segala dosanya yang telah lalu."
Mau khan diampuni dosa kita yang bertumpuk-tumpuk itu?? Makanya kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut bulan Ramadhan, kesehatan harus dijaga.. jangan sampai sakit. Di bulan Ramadhan ini juga hendaknya memperbanyak tilawah, selain itu sunnah yang memiliki keutamaan untuk dikerjakan adalah:
• Cepat berbuka
Rasulullah saw. bersabda, "Manusia akan selalu baik, selama mereka cepat berbuka. Berbeda dengan orang yahudi dan nasrani yang selalu mengakhirkan waktu berbuka."
• Sahur dan mengakhirkannya
Hal ini dimaksudkan agar dapat memberi kekuatan bagi orang yang berpuasa. Sabda Nabi saw., "Bersahurlah kamu, karena di dalam sahur terdapat berkah."
• Membersihkan diri dari perkataan kotor, mencerca dan perkataan yang tiada guna
Shaum yang benar-benar diterima adalah shaum dimana lidah dan seluruh anggota badannya juga ikut berpuasa dari melakukan maksiat kepada Allah swt. Rasulullah saw. bersabda, "Puasa itu bukan hanya menahan dari makan dan minum, tetapi puasa adalah menahan dari kata-kata kosong dan jorok."
• Bangun malam bulan ramadhan dan sholat tarawih
Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa berqiyamul lail bulan Ramadhan karena iman dan mencari pahala dari Allah, maka dosa yang telah lewat akan diampuni."
Tarawih adalah sholat yang telah menjadi atsar dan dilaksanakan oleh orang-orang Islam dengan berjamaah di masjid setelah sholat Isya. Boleh 11 rakaat (3 witir), boleh juga 23 rakaat.
• Memanfaatkan bulan ramadhan untuk dzikir, taat dan bershodaqoh
Ramadhan adalah sarana untuk menyebarkan kebaikan, dimana amal kebaikan akan diberi pahala yang berlipat ganda dan ampunan dimurahkan, kesenangan untuk berbuat baik akan bertambah. Orang yang sangat merugi adalah orang-orang yang tak mendapatkan rahmat dari Allah. Bagaimana sich cara mendapatkan rahmat Allah?? .. caranya ialah dengan mendekatkan diri kepada-Nya, bersungguh-sungguh dalam berdzikir serta beribadah yang baik kepada-Nya. Kalau Allah merahmati dan sayang kepada kita insya Allah hidup ini akan terasa mudah dan indah ... OK!!
Rasulullah saw. bersabda, "Apabila datang bulan Ramadhan, maka dibukakanlah pintu-pintu neraka dan setan dibelenggu."
Yang patut dikerjakan dengan bersunguh-sungguh bagi orang yang shaum adalah bermurah hati, berbuat kebaikan, ber'ammar ma'ruf nahi mungkar, dan memberi makan.
• Membaca doa sepanjang hari, khususnya ketika berbuka
Dzikir dan do'a sangat dipentingkan bagi orang yang sedang berpuasa, tetapi yang lebih dipentingkan lagi adalah ketika berbuka.
Sabda Nabi saw., "Sesungguhnya orang yang berpuasa ketika berbuka do'anya tidak akan ditolak" (HR Ibnu Majah).
"Tiga golongan yang do'anya tak akan ditolak, yaitu imam yang adil, orang yang berpuasa ketika berbuka dan do'anya orang yang teraniaya." Dalam riwayat lain "dan orang yang berpuasa sehingga ia berbuka" (HR Abu Hurairah).
• Bersungguh-sungguh pada Al 'asyrul awakhir (10 hari terakhir bulan ramadhan)
Yah... itulah sekelumit tentang Ramadhan... Subhanallah .. indah yach Bulan Ramadhan. Saya mengajak teman2 untuk menyambut Bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan. Dannnn ... jangan lupa untuk berpuasa dengan sebenar-benarnya puasa sebagaimana yang telah di terangkan tadi ... OK!
Sebelum ditutup .. mari kita nyanyikan sebuah nasyid ... judulnya "Ramadhan"
Bulan Ramadhan ... Bulan penuh mulia
Bulan Ramadhan ... Bulan penuh barokah
Bulan Ramadhan ... Bulan penuh ampunan
Bulan Ramadhan ... kusayang padamu
Bulan Ramadhan ... kuharap selalu
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
MMSMP
Ayo Membaca Alquran
Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Teman-teman tercinta, senantiasa ada kebahagiaan tersendiri terbersit dalam qalbu manakala menatap wajah-wajah cerah kalian yang penuh antusias untuk membaca sedikit ilmu yang insya Allah akan menjadi setetes embun penyejuk dalam qalbu. Sebelum kita membaca ilmu ini lebih baik baca basmallah dan sholawat untuk Nabi tercinta,uswah kita semua Nabi Muhammad s.a.w, Allahumma sholli'ala saydina Muhammad wa'ala aali saydina Muhammad. Nah sekarang kalian sudah siap belum untuk membaca ilmu hari ini?
Insya Allah sudah siap yaaa…
O'ya, sebelum dimulai tersenyum dulu dong,senyum yang tulus…
Teman2 tahukah kalian bahawasannya jikalau kita melihat Al Qur'an sudah sepantasnyalah hati ini bergetar dengan getaran yang luar biasa dan manakala kita menyentuhnya maka getaran itu akan menjadi gejolak yang tak terkendali dalam qalbu,dan ketika kita akan mulai membacanya maka teramat pantas jika airmata kerinduan menetes ,mengapa sampai demikian? Karena Al Qur'an adalah kitab suci yang merupakan sumber utama dan pertama ajaran Islam yang menjadi petunjuk bagi kehidupan umat manusia yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw sebagai salah satu rahmat yang tiada tara bagi alam semesta. Didalamnya terkumpul wahyu Ilahi yang menjadi petunjuk,pedoman, dan pelajaran bagi siapa yang mempercayai serta mengamalkannya.
Temanku, Al Qur,an adalah kitab suci yang terakhir diturunkan Allah yang isinya mencakup segala pokok-pokok syari'at yang terdapat dalam kitab-kitab suci yang diturunkan sebelumnya. Karena itu setiap orang yang mempercayai Al Qur'an akan bertambah cinta kepadanya, cinta untuk membacanya, untuk mempelajari dan memahaminya serta pula untuk mengamalkan dan mengajarkannya sampai rahmatnya merata untuk dirasakan oleh alam semesta.
Teman2 ,kita sebagai orang mu'min harus yakin bahwa hanya dengan membaca Al Qur'an saja sudah termasuk amal yang sangat mulia dan akan mendapat pahala yang berlipat ganda, sebab yang dibaca itu adalah kitab suci. Mengenai pahala membaca Al Qur'an Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa tiap-tiap orang yang membaca Al Qur'an dalam sholat akan mendapat pahala 50 kebajikan untuk tiap-tiap huruf yang diucapkannya membaca Al Qur'an diluar sholat dengan berwudhu',pahalanya 25 kebajikan bagi tiap-tiap huruf yang diucapkannya dan membaca Al Qur'an diluar sholat dengan tidak berwudhu', pahalanya 10 kebajikan bagi tiap-tiap huruf yang diucapkannya.
Disamping itu Al Qur'an adalah sebaik-baik bacaan bagi orang mu'min baik dikala senang ataupun dikala sedih. Nah ,sekarang adik-adik sudah mengetahui kalau pahala baca Al Qur'an itu besar dan kalian pun punya resep kalau lagi BT abiiiz, tinggal ambil air wudhu' trus baca Al Qur'an insya Allah hati kalian bakalan tenang, karena Al Qur'an adalah obat dan penawar bagi orang yang gelisah jiwanya.
Suatu ketika Ibnu Mas'ud r.a, beliau didatangi seseorang yang meminta nasehat kepadanya, orang itu berkata, "Wahai Ibnu Mas'ud,berilah nasehat yang dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang sedang gelisah. Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tentram, jiwaku gelisah dan fikiranku kusut,makan tidak enak,tidurpun tak nyenyak".
Maka Ibnu Mas'ud menasehatinya, "Kalau penyakit itu yang menimpamu maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu (1) ke tempat orang membaca Al Qur'an, engkau baca Al Qur'an atau engkau dengar baik-baik orang yang membacanya, (2) engkau pergi ke majelis pengajian yang mengingatkan hatimu kepada Allah, (3) engkau cari waktu dan tempat yang sunyi, disana engkau berkhalwat menyembah Allah, umpama di waktu tengah malam buta,di saat orang tertidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan sholat malam meminta dan memohon kepada Allah ketenangan jiwa, ketentraman fikiran ,dan kemurnian hati. Seandainya jiwamu belun juga terobati dengan cara ini, engkau minta kepada Allah agar diberi-Nya hati yang lain sebab hati yang kamu pakai itu, bukanlah lagi hatimu."
Setelah orang itu kembali kerumahnya dan mengamalkan nasehat Ibnu Mas'ud ra. Dia pergi mengambil air wudhu dan kemudian diambilnya Al Qur'an terus dibaca dengan hati yang khusyu'. Selesai membaca Al Qur'an, berubahlah kembali jiwanya menjadi jiwa yang tentram dan tenang, fikirannya jernih, kegelisahannya hilang sama sekali.
Teman2 dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasululloh menyatakan tentang kelebihan martabat dan keutamaan orang membaca Al Qur'an, "Perumpamaan orang mu'min membaca Al Qur'an adalah seperti bunga utrujjah, baunya harum dan rasanya lezat, Orang mu'min yang tak suka membaca Al Qur'an adalah seperti buah korma baunya tidak begitu harum tapi manis rasanya, orang munafiq yang membaca Al Qur'an ibarat sekuntum bunga berbau harum tetapi pahit rasanya, dan orang munafiq yang tidak suka membaca Al Qur'an tak ubahnya seperti buah hanzallah tidak berbau dan pahit rasanya". Sekarang Teman2 tinggal memilih mau jadi bunga utrujjah atau buah korma? Pasti adik-adik mau jadi bunga utrujjah ya…makanya rajin baca Al Qur'an .
Dalam hadits yang lain, Rasulullah juga menerangkan bagaimana besarnya rahmat Allah terhadap orang-orang yang membaca Al Qur'an di rumah-rumah ibadah (mesjid, surau,mushalla,dll). Hal ini dikuatkan oleh sebuah hadits yang masyhur lagi shahih yang artinya sebagai berikut: "Kepada kaum yang suka berjamaah di rumah-rumah ibadat,membaca Al Qur'an secara bergiliran dan mengajarkannya kepada sesamanya akan turunlah ketenangan dan ketentraman,akan terlimpah rahmat kepadanya dan mereka akan dijaga oleh malaikat, juga Allah akan mengingat mereka" (diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah)
Teman2 dengan hadits diatas nyatalah,bahwa membaca Al Qur'an baik mengetahui artinya ataupun tidak,adalah termasuk ibadah,amal shaleh dan memberi rahmat serta manfaat bagi yang melakukannya ;memberi cahaya ke dalam hati yang membacanya hingga terang benderang,juga memberi cahaya kepada keluarga rumah tangga tempat Al Qur'an itu dibaca.
Didalam sebuah hadits yang ddiriwayatkan oleh Baihaqi dari Anas ra, Rasulullah bersabda, "Hendaklah kamu beri nur (cahaya) rumah tanggamu dengan sholat dan membaca Al Qur'an!".Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Daru Quthni dari Anas ra, Rasulullah memerintahkan, "Perbanyaklah membaca Al Qur'an di rumahmu, sesungguhnya di dalam rumah yang tidak ada orang membaca Al Qur'an akan sedikit sekali dijumpai kebaikan di rumah itu dan akan banyak sekali kejahatan, serta penghuninya selalu merasa sempit dan susah."
Teman2, tidak hanya dengan membaca Al Qur'an kita mendapat pahala dan rahmat tetapi hanya dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an–pun kita telah beribadah, beramal, dan mendapat rahmat serta pahala. Sebahagiaan ulama mengatakan, bahwa mendengarkan orang membaca Al Qur'an pahalanya sama dengan orang yang membacanya. Hal ini disebutkan dengan jelas dalam surat Al A'raaf (QS 7) ayat 204 yang artinya, "Dan apabila dibacakan Al Qur'an maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat."
Mendengarkan bacaan Al Qur'an dengan baik dapat menghibur perasaan sedih,menenangkan jiwa yang gelisah dan melunakkan hati yang keras serta mendatangkan petunjuk. Itulah yang dimaksudkan dengan rahmat Allah, yang diberikan kepada orang yang mendengarkan bacaan Al Qur'an dengan baik.
Teman2, demikian besar mu'jizat Al Qur'an sebagai wahyu Ilahi yang tak bosan-bosan orang membaca dan mendengarkannya. Bahkan semakin sering orang membaca dan mendengarkannya, semakin terpikat hatinya kepada Al Qur'an, bila Al Qur'an dibaca dengan dengan lidah yang fasih dan suara yang merdu dan baik akan lebih memberi pengaruh kepada jiwa orang yang mendengarkannya dan bertambah imannya. Bagaimana keadaan orang mu'min tatkala mendengarkan bacaan Al Qur'an, digambarkan dalam firman Allah Surat Al Anfaal (8) ayat 2, yang artinya "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu, hanyalah mereka yang apabila disebut (nama) Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka karenanya, dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal".
Diriwayatkan pada suatu malam, Nabi Muhammad saw mendengarkan Abu Musa Al Asy'ari membaca Al Qur'an sampai jauh malam. Sepulang beliau di rumah, beliau ditanya oleh Aisyah ra apa sebabnya pulang sampai jauh malam. Rasulullah menjawab, bahwa beliau terpikat oleh kemerduan suara Abu Musa Al Asy'ari membaca Al Qur'an, seperti merdunya suara Nabi Daud as.
Di dalam riwayat banyak sekali banyak sekali diceritakan, betapa pengaruh bacaan Al Qur'an pada masa Rasulullah terhadap hati orang kafir yang setelah mendengarkan bacaan Al Qur'an itu. Tidak sedikit hati yang pada mulanya keras dan marah kepada Nabi Muhammad saw serta pengikutnya, berbalik menjadi lunak dan menjadi mengikuti ajaran Islam.
Teman2, bagi seorang mu'min yang menjadikan membaca Al Qur'an sebagai kecintaannya maka pada waktu membacanya ia sudah merasa seolah-olah jiwanya menghadap kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, menerima amanat dan hikmat suci, memohon limpah karunia serta rahmat dan pertolongan-Nya. Membaca Al Qur'an telah menjadi wiridnya yang tertentu, baik siang atau pun malam. Dibacanya halaman demi halaman, surat demi surat, juz demi juz, akhirnya sampai khatam. Tidak ada suatu kebahagiaan di dalam hati seorang mu'min melainkan bila dia dapat membaca Al Qur'an sampai khatam. Bila sudah khatam itulah puncak dari segala kebahagiaan hatinya.
Al Qur'an memiliki mu'jizat dari segi bahasa diantaranya terletak pada keindahan susunan dan gaya bahasa serta isinya yang tiada tara bandingannya. Mustahil manusia dapat membuat susunan yang serupa dengan Al Qur'an. Disamping itu Al Qur'an memiliki mu'jizat dalam isinya, dimana di dalamnya terdapat berita-berita dan janji-janji mengenai masa yang akan datang, terdapat fakta-fakta ilmiah yang tidak mungkin diketahui manusia di tanah arab pada waktu itu, tetapi fakta-fakta tersebut dijelaskan dengan tepat dan sekarang diakui kebenarannya, seperti pada masa turunnya Al Qur'an dimana di tanah Arab belum dikenalnya ilmu kedokteran, namun di dalam Al Qur'an diterangkan tentang penciptaan manusia dalam surat Al Mu'minun (23) ayat 12-14.
Nah, sekarang kita sudah mengetahui betapa besar keuntungan yang diperoleh jikalau kita gemar membaca Al Qur'an. Oleh karena itu, mulai sekarang niatkanlah dalam hati akan gemar membaca dan mempelajari Al Qur'an.
Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
MMSMP
Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Teman-teman tercinta, senantiasa ada kebahagiaan tersendiri terbersit dalam qalbu manakala menatap wajah-wajah cerah kalian yang penuh antusias untuk membaca sedikit ilmu yang insya Allah akan menjadi setetes embun penyejuk dalam qalbu. Sebelum kita membaca ilmu ini lebih baik baca basmallah dan sholawat untuk Nabi tercinta,uswah kita semua Nabi Muhammad s.a.w, Allahumma sholli'ala saydina Muhammad wa'ala aali saydina Muhammad. Nah sekarang kalian sudah siap belum untuk membaca ilmu hari ini?
Insya Allah sudah siap yaaa…
O'ya, sebelum dimulai tersenyum dulu dong,senyum yang tulus…
Teman2 tahukah kalian bahawasannya jikalau kita melihat Al Qur'an sudah sepantasnyalah hati ini bergetar dengan getaran yang luar biasa dan manakala kita menyentuhnya maka getaran itu akan menjadi gejolak yang tak terkendali dalam qalbu,dan ketika kita akan mulai membacanya maka teramat pantas jika airmata kerinduan menetes ,mengapa sampai demikian? Karena Al Qur'an adalah kitab suci yang merupakan sumber utama dan pertama ajaran Islam yang menjadi petunjuk bagi kehidupan umat manusia yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw sebagai salah satu rahmat yang tiada tara bagi alam semesta. Didalamnya terkumpul wahyu Ilahi yang menjadi petunjuk,pedoman, dan pelajaran bagi siapa yang mempercayai serta mengamalkannya.
Temanku, Al Qur,an adalah kitab suci yang terakhir diturunkan Allah yang isinya mencakup segala pokok-pokok syari'at yang terdapat dalam kitab-kitab suci yang diturunkan sebelumnya. Karena itu setiap orang yang mempercayai Al Qur'an akan bertambah cinta kepadanya, cinta untuk membacanya, untuk mempelajari dan memahaminya serta pula untuk mengamalkan dan mengajarkannya sampai rahmatnya merata untuk dirasakan oleh alam semesta.
Teman2 ,kita sebagai orang mu'min harus yakin bahwa hanya dengan membaca Al Qur'an saja sudah termasuk amal yang sangat mulia dan akan mendapat pahala yang berlipat ganda, sebab yang dibaca itu adalah kitab suci. Mengenai pahala membaca Al Qur'an Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa tiap-tiap orang yang membaca Al Qur'an dalam sholat akan mendapat pahala 50 kebajikan untuk tiap-tiap huruf yang diucapkannya membaca Al Qur'an diluar sholat dengan berwudhu',pahalanya 25 kebajikan bagi tiap-tiap huruf yang diucapkannya dan membaca Al Qur'an diluar sholat dengan tidak berwudhu', pahalanya 10 kebajikan bagi tiap-tiap huruf yang diucapkannya.
Disamping itu Al Qur'an adalah sebaik-baik bacaan bagi orang mu'min baik dikala senang ataupun dikala sedih. Nah ,sekarang adik-adik sudah mengetahui kalau pahala baca Al Qur'an itu besar dan kalian pun punya resep kalau lagi BT abiiiz, tinggal ambil air wudhu' trus baca Al Qur'an insya Allah hati kalian bakalan tenang, karena Al Qur'an adalah obat dan penawar bagi orang yang gelisah jiwanya.
Suatu ketika Ibnu Mas'ud r.a, beliau didatangi seseorang yang meminta nasehat kepadanya, orang itu berkata, "Wahai Ibnu Mas'ud,berilah nasehat yang dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang sedang gelisah. Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tentram, jiwaku gelisah dan fikiranku kusut,makan tidak enak,tidurpun tak nyenyak".
Maka Ibnu Mas'ud menasehatinya, "Kalau penyakit itu yang menimpamu maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu (1) ke tempat orang membaca Al Qur'an, engkau baca Al Qur'an atau engkau dengar baik-baik orang yang membacanya, (2) engkau pergi ke majelis pengajian yang mengingatkan hatimu kepada Allah, (3) engkau cari waktu dan tempat yang sunyi, disana engkau berkhalwat menyembah Allah, umpama di waktu tengah malam buta,di saat orang tertidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan sholat malam meminta dan memohon kepada Allah ketenangan jiwa, ketentraman fikiran ,dan kemurnian hati. Seandainya jiwamu belun juga terobati dengan cara ini, engkau minta kepada Allah agar diberi-Nya hati yang lain sebab hati yang kamu pakai itu, bukanlah lagi hatimu."
Setelah orang itu kembali kerumahnya dan mengamalkan nasehat Ibnu Mas'ud ra. Dia pergi mengambil air wudhu dan kemudian diambilnya Al Qur'an terus dibaca dengan hati yang khusyu'. Selesai membaca Al Qur'an, berubahlah kembali jiwanya menjadi jiwa yang tentram dan tenang, fikirannya jernih, kegelisahannya hilang sama sekali.
Teman2 dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasululloh menyatakan tentang kelebihan martabat dan keutamaan orang membaca Al Qur'an, "Perumpamaan orang mu'min membaca Al Qur'an adalah seperti bunga utrujjah, baunya harum dan rasanya lezat, Orang mu'min yang tak suka membaca Al Qur'an adalah seperti buah korma baunya tidak begitu harum tapi manis rasanya, orang munafiq yang membaca Al Qur'an ibarat sekuntum bunga berbau harum tetapi pahit rasanya, dan orang munafiq yang tidak suka membaca Al Qur'an tak ubahnya seperti buah hanzallah tidak berbau dan pahit rasanya". Sekarang Teman2 tinggal memilih mau jadi bunga utrujjah atau buah korma? Pasti adik-adik mau jadi bunga utrujjah ya…makanya rajin baca Al Qur'an .
Dalam hadits yang lain, Rasulullah juga menerangkan bagaimana besarnya rahmat Allah terhadap orang-orang yang membaca Al Qur'an di rumah-rumah ibadah (mesjid, surau,mushalla,dll). Hal ini dikuatkan oleh sebuah hadits yang masyhur lagi shahih yang artinya sebagai berikut: "Kepada kaum yang suka berjamaah di rumah-rumah ibadat,membaca Al Qur'an secara bergiliran dan mengajarkannya kepada sesamanya akan turunlah ketenangan dan ketentraman,akan terlimpah rahmat kepadanya dan mereka akan dijaga oleh malaikat, juga Allah akan mengingat mereka" (diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah)
Teman2 dengan hadits diatas nyatalah,bahwa membaca Al Qur'an baik mengetahui artinya ataupun tidak,adalah termasuk ibadah,amal shaleh dan memberi rahmat serta manfaat bagi yang melakukannya ;memberi cahaya ke dalam hati yang membacanya hingga terang benderang,juga memberi cahaya kepada keluarga rumah tangga tempat Al Qur'an itu dibaca.
Didalam sebuah hadits yang ddiriwayatkan oleh Baihaqi dari Anas ra, Rasulullah bersabda, "Hendaklah kamu beri nur (cahaya) rumah tanggamu dengan sholat dan membaca Al Qur'an!".Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Daru Quthni dari Anas ra, Rasulullah memerintahkan, "Perbanyaklah membaca Al Qur'an di rumahmu, sesungguhnya di dalam rumah yang tidak ada orang membaca Al Qur'an akan sedikit sekali dijumpai kebaikan di rumah itu dan akan banyak sekali kejahatan, serta penghuninya selalu merasa sempit dan susah."
Teman2, tidak hanya dengan membaca Al Qur'an kita mendapat pahala dan rahmat tetapi hanya dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an–pun kita telah beribadah, beramal, dan mendapat rahmat serta pahala. Sebahagiaan ulama mengatakan, bahwa mendengarkan orang membaca Al Qur'an pahalanya sama dengan orang yang membacanya. Hal ini disebutkan dengan jelas dalam surat Al A'raaf (QS 7) ayat 204 yang artinya, "Dan apabila dibacakan Al Qur'an maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat."
Mendengarkan bacaan Al Qur'an dengan baik dapat menghibur perasaan sedih,menenangkan jiwa yang gelisah dan melunakkan hati yang keras serta mendatangkan petunjuk. Itulah yang dimaksudkan dengan rahmat Allah, yang diberikan kepada orang yang mendengarkan bacaan Al Qur'an dengan baik.
Teman2, demikian besar mu'jizat Al Qur'an sebagai wahyu Ilahi yang tak bosan-bosan orang membaca dan mendengarkannya. Bahkan semakin sering orang membaca dan mendengarkannya, semakin terpikat hatinya kepada Al Qur'an, bila Al Qur'an dibaca dengan dengan lidah yang fasih dan suara yang merdu dan baik akan lebih memberi pengaruh kepada jiwa orang yang mendengarkannya dan bertambah imannya. Bagaimana keadaan orang mu'min tatkala mendengarkan bacaan Al Qur'an, digambarkan dalam firman Allah Surat Al Anfaal (8) ayat 2, yang artinya "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu, hanyalah mereka yang apabila disebut (nama) Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka karenanya, dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal".
Diriwayatkan pada suatu malam, Nabi Muhammad saw mendengarkan Abu Musa Al Asy'ari membaca Al Qur'an sampai jauh malam. Sepulang beliau di rumah, beliau ditanya oleh Aisyah ra apa sebabnya pulang sampai jauh malam. Rasulullah menjawab, bahwa beliau terpikat oleh kemerduan suara Abu Musa Al Asy'ari membaca Al Qur'an, seperti merdunya suara Nabi Daud as.
Di dalam riwayat banyak sekali banyak sekali diceritakan, betapa pengaruh bacaan Al Qur'an pada masa Rasulullah terhadap hati orang kafir yang setelah mendengarkan bacaan Al Qur'an itu. Tidak sedikit hati yang pada mulanya keras dan marah kepada Nabi Muhammad saw serta pengikutnya, berbalik menjadi lunak dan menjadi mengikuti ajaran Islam.
Teman2, bagi seorang mu'min yang menjadikan membaca Al Qur'an sebagai kecintaannya maka pada waktu membacanya ia sudah merasa seolah-olah jiwanya menghadap kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, menerima amanat dan hikmat suci, memohon limpah karunia serta rahmat dan pertolongan-Nya. Membaca Al Qur'an telah menjadi wiridnya yang tertentu, baik siang atau pun malam. Dibacanya halaman demi halaman, surat demi surat, juz demi juz, akhirnya sampai khatam. Tidak ada suatu kebahagiaan di dalam hati seorang mu'min melainkan bila dia dapat membaca Al Qur'an sampai khatam. Bila sudah khatam itulah puncak dari segala kebahagiaan hatinya.
Al Qur'an memiliki mu'jizat dari segi bahasa diantaranya terletak pada keindahan susunan dan gaya bahasa serta isinya yang tiada tara bandingannya. Mustahil manusia dapat membuat susunan yang serupa dengan Al Qur'an. Disamping itu Al Qur'an memiliki mu'jizat dalam isinya, dimana di dalamnya terdapat berita-berita dan janji-janji mengenai masa yang akan datang, terdapat fakta-fakta ilmiah yang tidak mungkin diketahui manusia di tanah arab pada waktu itu, tetapi fakta-fakta tersebut dijelaskan dengan tepat dan sekarang diakui kebenarannya, seperti pada masa turunnya Al Qur'an dimana di tanah Arab belum dikenalnya ilmu kedokteran, namun di dalam Al Qur'an diterangkan tentang penciptaan manusia dalam surat Al Mu'minun (23) ayat 12-14.
Nah, sekarang kita sudah mengetahui betapa besar keuntungan yang diperoleh jikalau kita gemar membaca Al Qur'an. Oleh karena itu, mulai sekarang niatkanlah dalam hati akan gemar membaca dan mempelajari Al Qur'an.
Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
MMSMP
Kisah Alquran > Tentara Gajah
Setelah Abrahah membangun sebuah gereja bernama Qalis yang belum ada tandingannya pada zaman itu di San'a, dia menulis surat kepada Raja Najasyi (Negus Negusi) berisi: "Sesungguhnya aku telah membangun sebuah gereja untukmu yang belum pernah dibangun semegah itu untuk raja sebelum kamu. Aku belum puas sebelum aku berhasil mengalihkan tujuan haji orang Arab." Ketika surat Abrahah buat Raja Najasyi tersebut menjadi pembicaraan orang-orang Arab, maka salah seorang dari suku Kinanah marah dan pergi menuju gereja Qalis, kemudian buang air besar di dalam gereja tersebut tanpa ada yang mengetahui kemudian kembali ke rumahnya. Kejadian itu didengar oleh Abrahah, iapun marah dan bersumpah akan menyerang Baitullah sampai hancur. Beliau memerintahkan tentara Abessinia untuk bersiap-siap. Dia berangkat menunggang gajah. Ketika orang-orang Arab mendengaar keinginan Abrahah untuk menghancurkan Kakbah, mereka merasa takut. Abrahah mengutus seorang laki-laki dari Abessinia bernama Aswad bin Mafsud beserta pasukan berkuda. Ketika sampai di Mekah ia meminta tebusan harta dari suku Quraisy dan suku lainnya. Abdul Mutalib bin Hasyim kehilangan 200 unta. Saat itu dia adalah pemuka Quraisy dan tokohnya. Suku Quraisy, suku Kinanah, suku Huzail dan suku-suku yang bertetangga dengan tanah Haram mengetahui bahwa mereka harus melawannya. Kemudian mereka menyadari bahwa mereka tidak akan mampu menghadapi pasukan tersebut. Mereka menyerahkan urusan tersebut.
Abrahah juga mengutus Hanathah Humairi ke Mekah. Ia diperintahkan untuk mencari siapa pemuka dan tokoh penduduk tanah Haram, lalu katakan: Sesungguhnya raja berkata, "Sesungguhnya aku tidak datang untuk memerangi kalian, tetapi aku datang untuk menghancurkan Baitullah. Jika kalian tidak menghalangi kami, maka kami tidak akan memerangi kalian, jika dia tidak ingin berperang denganku, maka ajaklah dia ke sini." Ketika Hanatah masuk Mekah untuk menjumpai tokoh Quraisy bernama Abdul Mutalib bin Hasyim, dia berkata kepada Abdul Mutalib seperti yang diperintahkan Abrahah.
Abdul Mutalib bin Hasyim berkata, "Demi Allah, kami tidak akan melawannya dan kami tidak mempunyai kekuatan untuk mempertahankan Rumah Allah dan Rumah Khalilullah (Nabi Ibrahim as.). Jika Allah ingin mencegahnya, maka rumah ini adalah rumah-Nya dan jika Dia membiarkannya, maka masalah ini adalah urusan-Nya dan urusan Abrahah. Demi Allah, kami tidak mempunyai kekuatan untuk mempertahankannya." Kemudian Hanatah berkata, "Kalau demikian ikutlah bersamaku menjumpainya karena ia memerintahkan aku untuk mengajakmu." Hanatah berangkat bersama Abdul Mutalib bin Hasyim dan beberapa anaknya hingga tiba di Askar. Kemudian Abdul Mutalib mencari temannya, Dzu Nafar --sampai ia masuk dan Dzu Nafar masih dalam penjara-- ia berkata, "Wahai Dzu Nafar! Apakah engkau dapat membantu kami?" Dzu Nafar menjawab, "Bantuan apa yang dapat diberikan seorang tawanan raja yang hanya menunggu kapan akan dibunuh, pagi atau siang? Aku tidak dapat membantu kamu, kecuali aku akan menunjukkan temanku bernama Anis, seorang pengembala gajah. Aku akan antarkan kamu kepadanya dan aku akan memesan kepadanya agar ia membantu kamu. Mintalah kepadanya agar diizinkan untuk menjumpai raja, lalu ceritakan keperluanmu, dia akan memudahkan urusanmu di hadapan raja, jika dia mampu." Abdul Mutalib berkata, "Sudah cukup buatku. Kemudian Dzu Nafar mengantarkannya ke Anis dan ia berkata kepada Anis, "Sesungguhnya Abdul Mutalib adalah tokoh dan pemuka suku Quraisy dan pemilik mata air Mekah yang memberi makan orang yang tinggal di lereng ataupun di atas-atas bukit, dia telah kehilangan 200 ekor unta. Mintakan izin buat dia untuk menghadap raja dan bantulah dia di hadapan raja semampumu." Dia berkata, "Aku akan lakukan." Kemudian Anis berkata kepada Abrahah, "Wahai raja! Ini ada seorang pemuka suku Quraisy di pintu meminta izin untuk menjumpaimu. Dia adalah pemilik mata air di Mekah, dialah yang memberi makan orang banyak, baik yang tinggal di lereng atau di atas gunung, izinkanlah dia bertemu denganmu untuk membicarakan suatu keperluan." Kemudian Abrahah mengizinkannya masuk.
Abdul Mutalib adalah orang yang gagah, mulia dan ganteng. Ketika Abrahah melihatnya, ia memuliakan dan menghormatinya dan mempersilahkan duduk di bawah. Raja Habsyah tidak senang melihatnya duduk di singgasana kerajaannya, maka Abrahah turun dan duduk di permadani, duduk berdampingan dengan Abdul Mutalib. Kemudian ia berkata kepada penterjemahnya agar menanyakan kepada Abdul Mutalib, apa keperluan kamu? Penterjemah itu bertanya kepada Abdul Mutalib, Abdul Mutalib menjawab, "Aku ingin agar raja mengembalikan unta-untaku sebanyak 200 ekor yang telah diambil." Ketika dikatakan demikian, Abrahah berkata kepada penterjemahnya agar mengatakan kepadanya, "Penampilan Anda membuatku kagum ketika pertama bertemu, tetapi kekaguman itu telah hilang ketika Anda berbicara demikian kepadaku. Apakah Anda hanya menanyakan tentang 200 unta milik Anda dan meninggalkan perkara Rumah Tua itu (Kakbah). Bukankah ia adalah agama kamu dan agama nenek moyang kamu? Sesungguhnya aku datang akan menghancurkannya, kenapa Anda tidak membicarakan masalah tersebut?" Abdul Mutalib berkata, "Sesungguhnya aku ini hanyalah pemilik unta-unta sedangkan Kakbah itu mempunyai Pemilik yang akan menjaganya." Abrahah berkata, "Tidak ada yang akan menghalangiku." Abdul Mutalib berkata, "Kalau demikian terserah Anda. Kemudian unta-unta Abdul Mutalib dikembalikan.
Abdul Mutalib kembali ke suku Quraisy dan menceritakan pertemuannya dengan Abrahah kepada mereka. Beliau memerintahkan orang-orang Quraisy untuk keluar dari Mekah dan berlindung di atas-atas gunung. Abdul Mutalib bangkit dan mengunci pintu Kabah. Bersama dengan beberapa orang Quraisy, beliau berdoa kepada Allah Taala agar dapat mengalahkan Abrahah dan tentaranya. Pagi harinya, Abrahah dan tentaranya telah bersiap untuk memasuki Mekah dengan menunggang gajah bernama Mahmud. Ketika mereka bergerak menuju Mekah, mereka bertemu dengan Nufail bin Habib. Ia menghampiri gajah kemudian memegang kupingnya dan berkata, "Duduklah dan kembalilah ke tempatmu, sesungguhnya kamu berada di negeri Haram." Dia melepaskan kuping gajah itu dan gajah itupun duduk berlutut.
Tentara Abrahah memukul gajah tersebut agar bangun, tetapi ia enggan. Mereka menghadapkannya ke Yaman, maka gajah itu bangkit berjalan menuju Yaman. Mereka mengarahkannya ke Syam, gajah itu menurut..
Mereka menghadapkannya ke Masyrik, gajah itu menurut, mereka menghadapkan ke Mekah, gajah itu duduk berlutut. Allah mengutus kepada mereka sekumpulan burung dari arah laut seperti burung layang-layang dan burung bangau, masing-masing membawa tiga butir batu, sebutir di paruhnya dan dua butir di kedua kakinya. Batu tersebut sebesar kacang humush dan kacang adas. Tidak ada yang terkena batu tersebut kecuali ia binasa. Tidak semuanya terkena lontaran batu tersebut. Mereka akhirnya keluar Mekah. Di tengah jalan mereka berjatuhan dan mati dalam keadaan yang mengerikan. Abrahah terkena lontaran batu tersebut, tentaranya membawa ia keluar Mekah dengan jari-jari terputus hingga tiba di Shan'a. Di sana ia meninggal.
Tahun Gajah 2
Siapa yang tidak kenal dengan Abrahah. Tentulah dulu saat kanak-kanak maupun SD, guru agama atau guru ngaji pernah menceritakan tentang kisah Abrahah. Yang merasa tidak pernah diceritain/tidak tau kisah Abrahah, ah kasian sekali dirimu. Hehehehe….
Abrahah adalah seorang kristiani yang berasal dari Habasyah, yang kemudian menjadi penguasa negeri Yaman. Ia sangat iri melihat Ka’bah yang senantiasa ramai dikunjungi orang-orang dari berbagai penjuru. Mereka datang untuk beribadah (thawaf) dan mengagungkan Allah. Sampai timbul keinginan Abrahah membangun sebuah gereja megah dan indah sebagai tandingan ka’bah, agar orang-orang tertarik untuk mengunjungi gerejanya dan meninggalkan Ka’bah. Gereja tersebut terkenal dengan sebutan Al Qalis. Rupanya rencana jahat Abrahah ini terdengar sampai ke kota Makkah, sehingga pada suatu malam salah seorang dari suku Quraishy, yang marah atas rencana busuk Abrahah, nekad mendatangi gereja Abrahah dan buang hajat (berak) di dalam gereja.
Begitu tau gerejanya dikotori oleh penduduk Makkah, Abrahah marah dan memerintahkan tentaranya menyerang kota Makkah serta menghancurkan Ka’bah. Mereka berangkat ke kota Mekkah dengan mengendarai gajah. Kemudian Allah menurunkan burung ababil dengan batu berapi di paruh serta kakinya, untuk melindungi Ka’bah dari serangan Abrahah dan pasukan gajah. Kemudian Abrahah pun terluka dan kembali ke negeri Yaman. Sesampainya di sana, dia pun mati dengan tubuh yang penuh luka mengerikan.
Saat ini bekas gereja Abrahah yang terletak di kota Sanaa lama (old sanaa city) menjadi tempat pembuangan sampah.
Tahun Gajah 3
Abrahah terkenal karena kepemimpinannya dalam melakukan agresi militernya terhadap orang-orang Quraisy di Mekkah yang terjadi sekitar tahun 570[2] atau 571[3] Masehi, seperti yang diceritakan dalam kisah Islam khususnya dalam al-Fil. Dikisahkan bahwa Abrahah tewas setelah dijatuhi batu-batu panas oleh ababil, kejadian ini terjadi pada tahun yang dikenal sebagai Tahun Gajah.
Dikisahkan juga bahwa Abrahah telah mengatakan untuk membangun sebuah katedral di San'a yang dikenal sebagai "al-Qulays"[4] Sebagai tandingan Ka'bah di Mekkah dan secara khusus ia datang bersama dengan pasukan gajahnya untuk menghancurkan Ka'bah.
Tahun Gajah 4
Mekah adalah sebuah tempat yang selalu dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai tempat. Pada saat itu ada seorang raja yang sangat berkuasa yaitu Raja Abrahah. Raja Abrahah ini merasa heran karena banyak orang yang pergi berziarah ke Mekah. Maka diketahuinyalah bahwa di Mekah itu ada sebuah bangunan yang disebut dengan Kabah. Timbullah keinginan Raja Abrahah agar para peziarah itu berdatangan untuk berziarah ke negerinya.
Maka Raja Abrahah pun membangun sebuah tempat ibadah (gereja) yang sangat indah. Konon tempat ibadah itu dihiasi dengan emas dan permata. Selesai tempat ibadah itu dibangun, orang-orang tetap tidak tertarik untuk berziarah ke tempat ibadah buatannya. Raja Abrahah merasa heran, apa istimewanya Kabah ini? Hanya sebuah bagunan persegi empat yang kuno. Konon tempat ini adalah tempat ibadah tertua sejak zaman Nabi Adam as.
Maka Raja Abrahah pun memutuskan untuk menghancurkan Kabah. Raja Abrahah lalu mengumpulkan tentaranya yang kuat-kuat. Tentara ini terdiri atas tentara gajah yang merupakan tentara terkuat saat itu. Berangkatlah pasukan gajah ini dipimpin oleh Raja Abrahah menuju ke Mekah untuk menghancurkan Kabah.
Ketika pasukan gajah telah berada di batas kota Mekah, penduduk yang ketakutan datang kepada Abdul Muthalib, kakek Nabi yang akan lahir. “Wahai Abdul Muthalib, Raja Abrahah beserta pasukan gajahnya hendak menghancurkan Kabah, apa yang akan engkau lakukan?” Mendengar pertanyaan itu, Abdul Muthalib menjawab, “Aku adalah pemelihara kambing-kambingku, rumah ini ada pemeliharanya.” Lalu Abdul Muthalib menyuruh mengosongkan kota Mekah. Abdul Muthalib pun membawa ternaknya ke gunung-gunung di sekitar Mekah. Para penduduk merasa heran dengan keputusan Abdul Muthalib. Sekalipun demikian, karena Abdul Muthalib adalah orang yang terpercaya, para penduduk pun mengikuti segala perintahnya.
Pasukan gajah pun memasuki kota Mekah yang kosong. Ketika hendak menghancurkan Kabah dan kota Mekah mereka diserang oleh pasukan burung yang disebut dengan burung Ababil. Kawanan burung ini menjatuhkan batu-batu kerikil yang sangat panas. Batu kerikil yang sangat panas ini disebut dengan sijil (sijjil). Kata orang, batu kerikil ini adalah kerikil dari neraka.
Sijil ini membuat Raja Abrahah beserta pasukan gajahnya hancur seperti daun dimakan ulat. Menurut salah satu tafsir, pasukan gajah ini terkena penyakit lepra yang sangat parah sehingga mati di sana. Menurut tafsir lain, pasukan gajah ini hancur oleh kerikil sijil yang dilemparkan oleh kawanan burung Ababil ini. Nama sijil ini menjadi salah satu rudal andalan Iran untuk mempertahankan negeri dari ancaman invasi negara-negara yang agresif. Seperti diketahui negara Afganistan dan Irak tengah mendapatkan invasi dari negara-negara agresif ini.
Pada tahun itulah Nabi Muhammad saw lahir. Ini adalah salah satu mukjizat yang diturunkan Allah swt kepada Nabi saw dan kepada kakeknya Abdul Muthalib. Kakek Nabi, yaitu Abdul Muthalib adalah penjaga Kabah yang mengikuti agama Ibrahim yang lurus. Pemeliharaan dan penjagaan Kabah diserahkan kepada putranya yaitu Abu Thalib. Pemeliharaan dan penjagaan Nabi Muhammad pun diserahkan kepada Abu Thalib setelah Abdul Muthalib meninggal. Abu Thalib adalah ayah dari Sayidina Ali. Sayidina Ali ini akan dipelihara oleh Nabi Muhammad saw.
Setelah Abrahah membangun sebuah gereja bernama Qalis yang belum ada tandingannya pada zaman itu di San'a, dia menulis surat kepada Raja Najasyi (Negus Negusi) berisi: "Sesungguhnya aku telah membangun sebuah gereja untukmu yang belum pernah dibangun semegah itu untuk raja sebelum kamu. Aku belum puas sebelum aku berhasil mengalihkan tujuan haji orang Arab." Ketika surat Abrahah buat Raja Najasyi tersebut menjadi pembicaraan orang-orang Arab, maka salah seorang dari suku Kinanah marah dan pergi menuju gereja Qalis, kemudian buang air besar di dalam gereja tersebut tanpa ada yang mengetahui kemudian kembali ke rumahnya. Kejadian itu didengar oleh Abrahah, iapun marah dan bersumpah akan menyerang Baitullah sampai hancur. Beliau memerintahkan tentara Abessinia untuk bersiap-siap. Dia berangkat menunggang gajah. Ketika orang-orang Arab mendengaar keinginan Abrahah untuk menghancurkan Kakbah, mereka merasa takut. Abrahah mengutus seorang laki-laki dari Abessinia bernama Aswad bin Mafsud beserta pasukan berkuda. Ketika sampai di Mekah ia meminta tebusan harta dari suku Quraisy dan suku lainnya. Abdul Mutalib bin Hasyim kehilangan 200 unta. Saat itu dia adalah pemuka Quraisy dan tokohnya. Suku Quraisy, suku Kinanah, suku Huzail dan suku-suku yang bertetangga dengan tanah Haram mengetahui bahwa mereka harus melawannya. Kemudian mereka menyadari bahwa mereka tidak akan mampu menghadapi pasukan tersebut. Mereka menyerahkan urusan tersebut.
Abrahah juga mengutus Hanathah Humairi ke Mekah. Ia diperintahkan untuk mencari siapa pemuka dan tokoh penduduk tanah Haram, lalu katakan: Sesungguhnya raja berkata, "Sesungguhnya aku tidak datang untuk memerangi kalian, tetapi aku datang untuk menghancurkan Baitullah. Jika kalian tidak menghalangi kami, maka kami tidak akan memerangi kalian, jika dia tidak ingin berperang denganku, maka ajaklah dia ke sini." Ketika Hanatah masuk Mekah untuk menjumpai tokoh Quraisy bernama Abdul Mutalib bin Hasyim, dia berkata kepada Abdul Mutalib seperti yang diperintahkan Abrahah.
Abdul Mutalib bin Hasyim berkata, "Demi Allah, kami tidak akan melawannya dan kami tidak mempunyai kekuatan untuk mempertahankan Rumah Allah dan Rumah Khalilullah (Nabi Ibrahim as.). Jika Allah ingin mencegahnya, maka rumah ini adalah rumah-Nya dan jika Dia membiarkannya, maka masalah ini adalah urusan-Nya dan urusan Abrahah. Demi Allah, kami tidak mempunyai kekuatan untuk mempertahankannya." Kemudian Hanatah berkata, "Kalau demikian ikutlah bersamaku menjumpainya karena ia memerintahkan aku untuk mengajakmu." Hanatah berangkat bersama Abdul Mutalib bin Hasyim dan beberapa anaknya hingga tiba di Askar. Kemudian Abdul Mutalib mencari temannya, Dzu Nafar --sampai ia masuk dan Dzu Nafar masih dalam penjara-- ia berkata, "Wahai Dzu Nafar! Apakah engkau dapat membantu kami?" Dzu Nafar menjawab, "Bantuan apa yang dapat diberikan seorang tawanan raja yang hanya menunggu kapan akan dibunuh, pagi atau siang? Aku tidak dapat membantu kamu, kecuali aku akan menunjukkan temanku bernama Anis, seorang pengembala gajah. Aku akan antarkan kamu kepadanya dan aku akan memesan kepadanya agar ia membantu kamu. Mintalah kepadanya agar diizinkan untuk menjumpai raja, lalu ceritakan keperluanmu, dia akan memudahkan urusanmu di hadapan raja, jika dia mampu." Abdul Mutalib berkata, "Sudah cukup buatku. Kemudian Dzu Nafar mengantarkannya ke Anis dan ia berkata kepada Anis, "Sesungguhnya Abdul Mutalib adalah tokoh dan pemuka suku Quraisy dan pemilik mata air Mekah yang memberi makan orang yang tinggal di lereng ataupun di atas-atas bukit, dia telah kehilangan 200 ekor unta. Mintakan izin buat dia untuk menghadap raja dan bantulah dia di hadapan raja semampumu." Dia berkata, "Aku akan lakukan." Kemudian Anis berkata kepada Abrahah, "Wahai raja! Ini ada seorang pemuka suku Quraisy di pintu meminta izin untuk menjumpaimu. Dia adalah pemilik mata air di Mekah, dialah yang memberi makan orang banyak, baik yang tinggal di lereng atau di atas gunung, izinkanlah dia bertemu denganmu untuk membicarakan suatu keperluan." Kemudian Abrahah mengizinkannya masuk.
Abdul Mutalib adalah orang yang gagah, mulia dan ganteng. Ketika Abrahah melihatnya, ia memuliakan dan menghormatinya dan mempersilahkan duduk di bawah. Raja Habsyah tidak senang melihatnya duduk di singgasana kerajaannya, maka Abrahah turun dan duduk di permadani, duduk berdampingan dengan Abdul Mutalib. Kemudian ia berkata kepada penterjemahnya agar menanyakan kepada Abdul Mutalib, apa keperluan kamu? Penterjemah itu bertanya kepada Abdul Mutalib, Abdul Mutalib menjawab, "Aku ingin agar raja mengembalikan unta-untaku sebanyak 200 ekor yang telah diambil." Ketika dikatakan demikian, Abrahah berkata kepada penterjemahnya agar mengatakan kepadanya, "Penampilan Anda membuatku kagum ketika pertama bertemu, tetapi kekaguman itu telah hilang ketika Anda berbicara demikian kepadaku. Apakah Anda hanya menanyakan tentang 200 unta milik Anda dan meninggalkan perkara Rumah Tua itu (Kakbah). Bukankah ia adalah agama kamu dan agama nenek moyang kamu? Sesungguhnya aku datang akan menghancurkannya, kenapa Anda tidak membicarakan masalah tersebut?" Abdul Mutalib berkata, "Sesungguhnya aku ini hanyalah pemilik unta-unta sedangkan Kakbah itu mempunyai Pemilik yang akan menjaganya." Abrahah berkata, "Tidak ada yang akan menghalangiku." Abdul Mutalib berkata, "Kalau demikian terserah Anda. Kemudian unta-unta Abdul Mutalib dikembalikan.
Abdul Mutalib kembali ke suku Quraisy dan menceritakan pertemuannya dengan Abrahah kepada mereka. Beliau memerintahkan orang-orang Quraisy untuk keluar dari Mekah dan berlindung di atas-atas gunung. Abdul Mutalib bangkit dan mengunci pintu Kabah. Bersama dengan beberapa orang Quraisy, beliau berdoa kepada Allah Taala agar dapat mengalahkan Abrahah dan tentaranya. Pagi harinya, Abrahah dan tentaranya telah bersiap untuk memasuki Mekah dengan menunggang gajah bernama Mahmud. Ketika mereka bergerak menuju Mekah, mereka bertemu dengan Nufail bin Habib. Ia menghampiri gajah kemudian memegang kupingnya dan berkata, "Duduklah dan kembalilah ke tempatmu, sesungguhnya kamu berada di negeri Haram." Dia melepaskan kuping gajah itu dan gajah itupun duduk berlutut.
Tentara Abrahah memukul gajah tersebut agar bangun, tetapi ia enggan. Mereka menghadapkannya ke Yaman, maka gajah itu bangkit berjalan menuju Yaman. Mereka mengarahkannya ke Syam, gajah itu menurut..
Mereka menghadapkannya ke Masyrik, gajah itu menurut, mereka menghadapkan ke Mekah, gajah itu duduk berlutut. Allah mengutus kepada mereka sekumpulan burung dari arah laut seperti burung layang-layang dan burung bangau, masing-masing membawa tiga butir batu, sebutir di paruhnya dan dua butir di kedua kakinya. Batu tersebut sebesar kacang humush dan kacang adas. Tidak ada yang terkena batu tersebut kecuali ia binasa. Tidak semuanya terkena lontaran batu tersebut. Mereka akhirnya keluar Mekah. Di tengah jalan mereka berjatuhan dan mati dalam keadaan yang mengerikan. Abrahah terkena lontaran batu tersebut, tentaranya membawa ia keluar Mekah dengan jari-jari terputus hingga tiba di Shan'a. Di sana ia meninggal.
Tahun Gajah 2
Siapa yang tidak kenal dengan Abrahah. Tentulah dulu saat kanak-kanak maupun SD, guru agama atau guru ngaji pernah menceritakan tentang kisah Abrahah. Yang merasa tidak pernah diceritain/tidak tau kisah Abrahah, ah kasian sekali dirimu. Hehehehe….
Abrahah adalah seorang kristiani yang berasal dari Habasyah, yang kemudian menjadi penguasa negeri Yaman. Ia sangat iri melihat Ka’bah yang senantiasa ramai dikunjungi orang-orang dari berbagai penjuru. Mereka datang untuk beribadah (thawaf) dan mengagungkan Allah. Sampai timbul keinginan Abrahah membangun sebuah gereja megah dan indah sebagai tandingan ka’bah, agar orang-orang tertarik untuk mengunjungi gerejanya dan meninggalkan Ka’bah. Gereja tersebut terkenal dengan sebutan Al Qalis. Rupanya rencana jahat Abrahah ini terdengar sampai ke kota Makkah, sehingga pada suatu malam salah seorang dari suku Quraishy, yang marah atas rencana busuk Abrahah, nekad mendatangi gereja Abrahah dan buang hajat (berak) di dalam gereja.
Begitu tau gerejanya dikotori oleh penduduk Makkah, Abrahah marah dan memerintahkan tentaranya menyerang kota Makkah serta menghancurkan Ka’bah. Mereka berangkat ke kota Mekkah dengan mengendarai gajah. Kemudian Allah menurunkan burung ababil dengan batu berapi di paruh serta kakinya, untuk melindungi Ka’bah dari serangan Abrahah dan pasukan gajah. Kemudian Abrahah pun terluka dan kembali ke negeri Yaman. Sesampainya di sana, dia pun mati dengan tubuh yang penuh luka mengerikan.
Saat ini bekas gereja Abrahah yang terletak di kota Sanaa lama (old sanaa city) menjadi tempat pembuangan sampah.
Tahun Gajah 3
Abrahah terkenal karena kepemimpinannya dalam melakukan agresi militernya terhadap orang-orang Quraisy di Mekkah yang terjadi sekitar tahun 570[2] atau 571[3] Masehi, seperti yang diceritakan dalam kisah Islam khususnya dalam al-Fil. Dikisahkan bahwa Abrahah tewas setelah dijatuhi batu-batu panas oleh ababil, kejadian ini terjadi pada tahun yang dikenal sebagai Tahun Gajah.
Dikisahkan juga bahwa Abrahah telah mengatakan untuk membangun sebuah katedral di San'a yang dikenal sebagai "al-Qulays"[4] Sebagai tandingan Ka'bah di Mekkah dan secara khusus ia datang bersama dengan pasukan gajahnya untuk menghancurkan Ka'bah.
Tahun Gajah 4
Mekah adalah sebuah tempat yang selalu dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai tempat. Pada saat itu ada seorang raja yang sangat berkuasa yaitu Raja Abrahah. Raja Abrahah ini merasa heran karena banyak orang yang pergi berziarah ke Mekah. Maka diketahuinyalah bahwa di Mekah itu ada sebuah bangunan yang disebut dengan Kabah. Timbullah keinginan Raja Abrahah agar para peziarah itu berdatangan untuk berziarah ke negerinya.
Maka Raja Abrahah pun membangun sebuah tempat ibadah (gereja) yang sangat indah. Konon tempat ibadah itu dihiasi dengan emas dan permata. Selesai tempat ibadah itu dibangun, orang-orang tetap tidak tertarik untuk berziarah ke tempat ibadah buatannya. Raja Abrahah merasa heran, apa istimewanya Kabah ini? Hanya sebuah bagunan persegi empat yang kuno. Konon tempat ini adalah tempat ibadah tertua sejak zaman Nabi Adam as.
Maka Raja Abrahah pun memutuskan untuk menghancurkan Kabah. Raja Abrahah lalu mengumpulkan tentaranya yang kuat-kuat. Tentara ini terdiri atas tentara gajah yang merupakan tentara terkuat saat itu. Berangkatlah pasukan gajah ini dipimpin oleh Raja Abrahah menuju ke Mekah untuk menghancurkan Kabah.
Ketika pasukan gajah telah berada di batas kota Mekah, penduduk yang ketakutan datang kepada Abdul Muthalib, kakek Nabi yang akan lahir. “Wahai Abdul Muthalib, Raja Abrahah beserta pasukan gajahnya hendak menghancurkan Kabah, apa yang akan engkau lakukan?” Mendengar pertanyaan itu, Abdul Muthalib menjawab, “Aku adalah pemelihara kambing-kambingku, rumah ini ada pemeliharanya.” Lalu Abdul Muthalib menyuruh mengosongkan kota Mekah. Abdul Muthalib pun membawa ternaknya ke gunung-gunung di sekitar Mekah. Para penduduk merasa heran dengan keputusan Abdul Muthalib. Sekalipun demikian, karena Abdul Muthalib adalah orang yang terpercaya, para penduduk pun mengikuti segala perintahnya.
Pasukan gajah pun memasuki kota Mekah yang kosong. Ketika hendak menghancurkan Kabah dan kota Mekah mereka diserang oleh pasukan burung yang disebut dengan burung Ababil. Kawanan burung ini menjatuhkan batu-batu kerikil yang sangat panas. Batu kerikil yang sangat panas ini disebut dengan sijil (sijjil). Kata orang, batu kerikil ini adalah kerikil dari neraka.
Sijil ini membuat Raja Abrahah beserta pasukan gajahnya hancur seperti daun dimakan ulat. Menurut salah satu tafsir, pasukan gajah ini terkena penyakit lepra yang sangat parah sehingga mati di sana. Menurut tafsir lain, pasukan gajah ini hancur oleh kerikil sijil yang dilemparkan oleh kawanan burung Ababil ini. Nama sijil ini menjadi salah satu rudal andalan Iran untuk mempertahankan negeri dari ancaman invasi negara-negara yang agresif. Seperti diketahui negara Afganistan dan Irak tengah mendapatkan invasi dari negara-negara agresif ini.
Pada tahun itulah Nabi Muhammad saw lahir. Ini adalah salah satu mukjizat yang diturunkan Allah swt kepada Nabi saw dan kepada kakeknya Abdul Muthalib. Kakek Nabi, yaitu Abdul Muthalib adalah penjaga Kabah yang mengikuti agama Ibrahim yang lurus. Pemeliharaan dan penjagaan Kabah diserahkan kepada putranya yaitu Abu Thalib. Pemeliharaan dan penjagaan Nabi Muhammad pun diserahkan kepada Abu Thalib setelah Abdul Muthalib meninggal. Abu Thalib adalah ayah dari Sayidina Ali. Sayidina Ali ini akan dipelihara oleh Nabi Muhammad saw.
Langganan:
Postingan (Atom)