Selasa, 31 Agustus 2010

Pertarungan Sepanjang Zaman

PERTARUNGAN SEPANJANG ZAMAN

Yap! Bulan Ramadhan tak terasa sudah bertandang. Ini bulan penuh perjuangan. Bulan di mana umat mukmin sejagad raya dihadapkan pada sebuah pertarungan. Yang namanya pertarungan pasti ada yang jadi musuh, ada yang jadi petarung dan yang pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Uniknya, di bulan ramadhan ini si musuh dan si petarung ini ternyata berkumpul dalam saru badan. Ah,… yang bener masa kita baku hantam dengan diri kita sendiri? Tangan kanan saling tinju dengan tangan kiri, situ? Hihi gak gitu ah!
Begini penjelasannya plen... Menurut Syaikh Sa’id Hawa, sebenarnya di dalam tubuh kita memang terdapat pertarungan, yang disebabkan adanya lintasan-lintasan hati yang berbeda. Nah, lintasan hati manusia itu ada empat, yaitu: lintasan rabbani, lintasan nafsani, lintasan syaithani dan lintasan malaki. Apaan tuh?
Lintasan rabbani adalah lintasan yang fitrah, yakni lintasan hati untuk senantiasa taat kepada Allah. Bertingkah sesuai dengan kehendak Allah. Jika kita senantiasa tunduk pada kebenaran, mengikuti panggilan nurani, berarti lintasan rabbani kitalah yang menang. Yap! Karena lintasan rabbani mempunyai musuh, yaitu lintasan nafsani, yang merupakan kecendrungan kita buat mengikuti keinginan-keinginan alias... mengikuti hawa nafsu, alias... syahwat yang nantinya menjerumuskan kita pada kerusakan. Lintasan rabbani dan lintasan nafsani seperti yang ditulis oleh kak Afifa Afra dalam bukunya ” And The Star Is Me” selalu berkompetisi dalam internal jiwa manusia. Uah baca blom bukunya?...^_^
Sedangkan lintasan syaithani dan lintasan malaki adalah faktor exsternal, datangnya dari luar tubuh kita. Lintasan syaitahi adalah kecendrungan hati untuk tunduk pada bisik-bisik setan yang teman-teman tau sendirikan...? setan itu pengennya kita berbuat kemungkaran. Setan itu sendiri bisa dari golongan jin dan manusia. Jadi jika ada manusia yang senantiasa membisikkan kejahatan kepada kita, seganteng apapun, secantik apapun, bisa disebut sebagai... setan. Lintasan syaithani akan selalu berhadapan dengan lintasan malaki, yaitu... ajakan malaikat yang selalu mengajak untuk berbuat kebaikan.
Nah, lintasan2 itu nantinya akan bersekutu fren. Lintasan rabbani akan bersekutu dengan lintasan malaki dan akan berperang dengan sengit melawan lintasan nafsani yang ditunggangi lintasan syaithani. Nah jelasakan, kenapa disebut di dalam tubuh kita ada peperangan, meskipun ada pengaruhnya dari luar... dan peperangan ini akan terjadi sepanjang masa. Selama hayat masih dikandung badan. Dan siapakah PEMENANG dari pertarunan itu?.. tentu saja yang amunisinya paling lengkap, yang paling kuat bertahan dan menggempur.
Tak terkecuali di bulan ramadhan. Namun, satu keistimewaan yang perlu kita catat dan kita simpan dalam memory kita. Pada bulan Ramadhan skuad lawan kita dikurangi satu! Yaitu Setan dari jenis jin dan iblis. Pada bulan Ramadhan setan dari jenis jin dan iblis ini dibelenggu Allah SWT. So,.... lawan kita jadi berkurang deh.. kekuatannya.... makanya dalam bulan Ramadhan kita eeenaak... banget dalam beramal ya. Soalnya striker lawan yang tajam dan sering buat kita KO lagi dikartu merah sih, he he he. Tapi.. harus tetap ingat!! Setan dari jenis manusia masih bertebaran. Mereka bersama dengan hawa nafsu di dalam diri kita, masih setia berkolaborasi menggempur keimanan kita. Makanya enggak heran jika pagi-pagi habis shalat shubuh , di antara remaja-remaja berbeda jenis, asyik merangkai asmara shubuh. Padahal BULAN PUASA....
Teman-teman mungkin bertanya-tanya kenapa sih harus ada bulan Ramadhan?
Kenapa sih seorang muslim harus diberikan moment khusus bernama Ramadhan?
Jawabannya terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 183
yang artinya: “hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”
Nah, dari ayat tersebut pertanyaan teman2 sudah bisa terjawab. Orang-orang beriman di perintahkan berpuasa agar naik kelas. Dari tadinya sekedar beriman, karena berpuasa, kemudia menjadi bertaqwa. Itulah sebenarnya kemenangan sejati. Jadi, kalo’ pasca puasa kita ternyata lebih baik dari pada sebelumnya, itu pertanda kita sukses, kita menang, kita lulus dan taqwa itu lebih tinggi dari pada iman... karena kita diperintahkan untuk mengapgrade keimanan kita menjadi ketaqwaan. Dan momennya adalah bulan Ramadhan. Di bulan ini kita dipermudah untuk beribadah kepada Allah SWT dengan beberapa fasilitas. Pertama, setan dari jenis jin dan iblis di belenggu, sehingga salah satu musuh exsternal kita enggak bisa nganggu kita. Kedua, peluang pahala dibuka selebar-lebarnay dan jumlahnya pub dilipatgandakan, shalat sunnah saja pahalanya seperti shalat wajib, sedangkan yang wajib dilipat gandakan hingga 700 kali. Hal ini adalah motivasi kita agar bisa mengup-grading diri kita selama bulan Ramadhan.
Tapi kenapa ya hal yang semacam itu tidak diberlakkukan setiap saat? Coba seandainya setiap bulan adalah bulan Ramadhan, pasti setiap manusia menjadi orang yang baik..? ya gak?... he he
“ belum tentu jug.. coba deh kalau setiap hari kita makan eenaak melulu. Ayam goreng yang tadinya lezat menjadi biasa, jadi enggak istimewa. Manusia itu butuh variasi dan manusia diciptakan untuk beribadah untuk itu akan ada ujian-ujian yang datang silih berganti, untuk membuktikan manusia itu taat atau tidak. Juga untuk menempa seseorang agar menjadi semakin kuat. Nah, untuk menghadapi pertandingan-pertandingan dalam menghadapi ujian itu, manusia butuh satu bulan khusus untuk mencharge dirinya seoptimal mungkin. Bulan itu adalah bulan Ramadhan. Dan siapakah yang selayaknya menjadi pemenang dalam pertarungan Ramadhan? Yaitu orang-orang yang naik kelas dari mu’min menjadi muttaqin dan itu akan terbukti pada 11 bulan berikutnya, apakah ia benar-benar kuat menghadapi pertarungan dalam diri sebenarnya atau malah, knock out!.. jadi ramadhan itu sebenarnya merupakan proses persiapan diri.. seperti ulat yang masuknya ke dalam kepompong dan nantinya keluar akan menjadi kupu-kupu dan bahkan lebih dari pada itu.
Ramadhan adalah saatya kita memperbaiki mesin-mesin kita yang sudah aus, mengganti komponen dengan yang lebih baik, sehingga ketika Ramadhan kita benar-benar bisa melaju dengan kecepatan yang lebih prima dan kita sukses menaklukkan lawan-lawan kita. Menjadi pemenang sejati.
Dalam medan perang yang sebenarnya yaitu:.....
”11 BULAN BERIKUTNYA.!!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

www.wewbshot.com