Malu Sebagian Dari Iman
Assalamu'alaikum wr.wb
Adik-adik sekalian yang kakak cintai karena Allah. Alhamdulillah Puji dan
Syukur ke hadirat Allah swt yang telah memudahkan kita untuk bertemu dalam
majelis atau pertemuan kita yang mulia ini. Adik-adik, majelis ini insya Allah
akan menjadi tempat bagi kita semua untuk saling mengingatkan akan kebesaran
Allah Azza wa Jalla.
Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad saw. Juga
tidak lupa kepada keluarga dan para sahabat yang senantiasa menjaga dengan
teguh keimanan dan keislamannya hingga akhir hayat mereka dan pengikutnya yang
senantiasa istiqomah.
Adik-aadik sekalian, tentunya pernah denger dong yang namanya "malu"?
atau mungkin pernah merasa malu?
Malu kadang menjadi alasan untuk kita menjadi tidak berani atau tidak pede.
Contohnya kalau kalian diminta untuk menyampaikan pendapat di depan
temen-teman. Pendapat itu tidak tersampaikan karena malu …….ah. Jika dilihat
dari satu contoh diatas sepertinya malu itu terkesan negatif ya? Iya nggak?
Padahal mungkin kalian juga sering denger kalau malu itu adalah sebagian dari
iman. Nah.. sebenarnya malu yang seperti apa sih yang sebagian dari iman itu.
Kita akan coba bahas yaaa..
Utsman Yang Pemalu
Sekarang kakak mau tanya nih, masih inget enggak siapa khulafa'ur Rasyidin yang
ketiga? Ya, betul. Beliau adalah Utsman bin Affan. Alhamdulillah yaa kalian
masih inget. Ternyata Utsman itu seorang yang pemalu loh…… Kita simak kisahnya
berikut ini :
Diriwayatkan oleh Ummul Mukminin Aisyah r.a. bahwa pada suatu hari, Abu Bakar
meminta izin untuk menjumpai Rasulullah saw, yang ketika itu sedang berbaring,
sementara jubahnya tersingsing di salah satu kakinya. Abu Bakar pun diberi izin
dan segera masuk. Abu Bakar berbicara dengan Rasulullah sebentar, kemudian ia
pun berlalu. Setelah Abu Bakar berlalu, tidak lama datanglah Umar bin Khattab
yang juga ingin bertemu dengan Rasulullah dan diberinya izin. Setelah selesai
keperluannya Umar pun pergi.
Setelah keduanya berlalu, datanglah Utsman yang juga ingin bertemu dengan
Rasulullah. Sebelum Utsman diizinkan masuk, Aisyah melihat Rasulullah
berkemas-kemas, ia segera duduk dan menarik bajunya ke bawah agar menutupi
kakinya. Kemudian ia berbicara dengan Utsman. Tak lama setelah Utsman pergi,
Aisyah menanyakan kepada Rasulullah saw :
"Wahai Rasulullah, saya tidak melihat anda berkemas-kemas untuk menerima
kedatangan Abu Bakar dan Umar, sebagaimana anda lakukan terhadap kedatangan
Utsman!" Maka Sabda Rasulullah saw, " Utsman itu seorang perasa dan
seandainya saya izinkan ia masuk sewaktu saya berbaring tentulah ia akan malu
untuk masuk dan akan kembali sebelum keperluan yang hendak disampaikannya dapat
saya penuhi!
Hai Aisyah, tidakkah saya akan malu terhadap orang yang dimalui oleh
malaikat?"
Sifat pemalu Utsman dipuji oleh Rasulullah saw, beliau bersabda, " Orang
yang paling kasih sayang dari umatku ialah Abu Bakar dan paling teguh dalam
memelihara ajaran Allah ialah Umar dan yang paling bersifat pemalu ialah Utsman
" (H.R. Ahmad, Ibnu Maajah, At Tirmidzi).
Malu Kepada Allah
Setelah menyimak kisah Utsman bin affan tadi, ternyata sifat malu itu tidak
negatif.. malah dipuji oleh Rasulullah saw. Kenapa demikian? Mau tau
jawabannya, kita tanya.. Galileo…. Eh.. Udah gak ada yaaa..
Ternyata…… malunya Utsman itu bukan karena malu kepada teman-temannya (minder)
melainkan malu kepada Allah swt. Maka dari itu sifat malunya itu tidak
menyebabkan bermalas-malasan berbuat kebaikan ataupun jadi minder dan dijauhi
oleh sahabat-sahabat yang lain.
Malah sifat pemalu itulah yang mendorong Utsman r.a. menjadi seorang dermawan yang
penuh welas asih. Dan sifat malunya itu telah melindunginya dari kebimbangan
dan keragu-raguan terhadap kebenaran.
Nah…….. berarti sekarang sudah mulai ada titik terang yaaa… malu sebagian dari
iman itu, malu yang seperti apa, yaitu malu kepada Allah swt. Yang menjadi
pertanyaannya sekarang adalah bagaimana sih malu kepada Allah itu?
Dari Abdullah Ibnu Mas'ud bahwa Nabi saw bersabda, " Malulah kalian kepada
Allah dengan sebenar-benarnya." Abdullah bertanya kepada Nabi, " Ya
Nabinya Allah, sesungguhnya aku malu". Nabi saw bersabda, "
Bukan berarti malumu itu telah dapat disebut malu kepada
Allah, tetapi orang yang malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya menjaga
kepala dan segala sesuatu yang ada di kepala, menjaga perut dan sesuatu yang
ditampungnya dan ingatlah kematian dan cobaan, barangsiapa menginginkan
kehidupan akhirat maka tinggalkanlah perhiasan dunia dan pilihlah kehidupan
akhirat dengan mengesampingkan kehidupan dunia. Maka barang siapa melakukan
yang demikian. Maka dikatakan benar-benar malu kepada Allah",
Dari hadist diatas, tersirat bahwa malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya
tidak hanya diucapkan dengan lIsan saja tapi juga harus diikuti dengan
keyakinan hati dan amal perbuatan. Karena itu malu adalah sebagian dari iman.
Sementara iman itu sendiri adalah keyakinan dalam hati dan diucapkan dengan
lIsan serta dibuktikan dengan amal perbuatan.
Kita malu kepada Allah swt, bila kita berbuat yang tidak disukai oleh Allah
karena di dalam hidup ini tidak ada satupun dari perbuatan kita yang luput dari
pengawasan Allah swt. Sederhananya begini, kita hidup di dunia ini lagi
disyuting sama Allah dan hasilnya akan diperlihatkan di hari akhir nanti. Semua
perbuatan kita yang disembunyikan di dunia akan terlihat disitu, sesuatu yang
selama ini kita sembunyikan dari penglihatan manusia.
Manusia merasakan malu karena ia mempunyai akal dan perasaan. Itulah yang
membedakannya dengan hewan. Hewan tidak merasa malu tidak berpakaian ,
sedangkan manusia……. Malu lah yaaa…
Kenapa hal itu terjadi? Karena hewan tidak diperintahkan oleh Allah untuk
menutup auratnya maka dari itu mereka asik-asik aja tuh gak pake baju. Malah
kita ngeliatnya aneh dan lucu kalau hewan berpakaian. Sedangkan manusia
diperintahkan oleh Allah untuk menutup auratnya, sehingga ia merasa malu kalau
tidak berpakaian. Contoh yang lain….seseorang merasa malu apabila ia
berdua-duaan (perempuan dan laki-laki) karena Allah melarang untuk berkhalwat
atau berdua-duaan laki-laki dan perempuan non muhrim. Kalian bisa cari contoh
yang lainnya. Nah….malu yang seperti itulah yang sebagian dari iman, bukan malu
karena merasa rendah diri. Ingat yaa rendah diri berbeda dengan rendah hati.
Rendah diri adalah merasa dirinya rendah disebabkan karena kurangnya ilmu
pengetahuan, pengalaman, kecerdasan, keterampilan ataupun cacat tubuh. Juga
karena perasaan bersalah terutama kurang percaya (iman) pada Allah.
Sedangkan rendah hati itu kebalikan dari sombong. Malu untuk
berbuat munkar adalah sebagian dari iman, ia adalah pendorong utama agar selalu
berbuat kebaikan dan berani meninggalkan kemunkaran.
Sepertinya sekarang ini sudah banyak yaa.. yang kehilangan rasa
malunya……….mereka cenderung berbuat sekehendak mereka tanpa menghiraukan
aturan-aturan Allah.
Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Al- Anshari Al Badri berkata bahwa Rasulullah saw
bersabda, " Sesungguhnya sebagian dari apa yang telah dikenal orang dari
ungkapan kenabian yang pertama adalah,'Jika engkau tidak malu, berbuatlah
sekehendakmu." (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari).
Jadi, terserah kalian …….apakah masih mau mempunyai rasa malu kepada Allah atau
tidak. Jika tidak.. silahkan berbuatlah sekehendak kalian dan tentunya Allah
telah telah menyiapkan balasan yang telah kita perbuat.
Nah, adik-adik sepertinya uraian kakak sudah banyak sekali yaa.. mudah-mudahan
bisa difahami dan diamalkan. Sebenarnya Kebenaran itu datangnya dari Allah.
Wallahu 'alam bi shawab
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
www.wewbshot.com